Travelling

Bandar Lampung (TKG) – Jakarta (CGK) – Balikpapan (BPN)

Sabtu 24 September 2016 bisa berkesempatan lagi mengunjungi tanah Borneo untuk kali kedua. Pertama kali ke Pulau Kalimantan itu 20 april 2014 lalu, berangkat dari Bandung naik primajasa ke Bandara Soetta, Dari Soetta ke Balikpapan. Nah kali ini berangkatnya dari Bandar Lampung. Well dari rumah udah prepare jam 3 subuh karena pesawat pertama berangkat dari Bandara Raden Inten II jam 06:30 WIB menuju Bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di Bandara Radin Inten II pukul 05:10 WIB dan ternyata barang-barang bawaan gue buwanyak bwanget dan bwerat bwanget. Masuk tuh kita mau check in, gue sempet heran ini kok blm ada yg ngecek tiket di pintu masuk. Yaud lah berarti kakak gue yang nganter bisa masuk bantuin bawain barang karena gue ama ibu gak sanggup bawanya. Sebelum masuk ke tempat check in gue perhatiin sekeliling, ya ampun di salah satu sudut Bandara becek coy bekas air ac dan petugas kebersihan pun belum datang jadi para penumpang harus hatihati berjalan. Nah pas masuk ternyata alat scan barang rusak dong, jadi kita dialihkan ke tempat scan barang yang menuju ke ruang tunggu, setelah itu balik lagi baru bisa check in. Ya Tuhan gua sama ibu udah kebingungan ini gmna bawa barangnya. Gue yakin kakak gue masih nyuri-nyuri kesempatan untuk masuk bantuin kita bawain barang ke tempat scan. Setelah berhasil, kita harus bawa barang” yg tadi, ke tempat check in lagi, balik lagi, dan gue sma ibu bengong ini gmna ngangkatnya sedangkan mas ngasih isyarat kalau udah gak diperbolehkan masuk. Gue angkat tuh barang satu-satu keluar untuk balik lagi ke tempat check in.

Bakso Sony, salahsatu barang yang beratnya mencapai 15kg

Bakso Sony,  barang yang beratnya mencapai 15kg

Dan ternyata beruntunglah ada petugas bandara yang berbaik hati bantu bawa barang. Petugasnya nanyain kita naik pesawat apa, dan kita jawab Lion, petugas membawa barang kita tepat di depan tempat check in. Gue taruh barang” yang mau dimasukkan ke bagasi pesawat, dan ternyata kelebihan 17 kilo. Pas gue liat wadaw timbangan menunjukkan barang bawaan kita 57kilo. Mba-mbanya meminta gue untuk bayar kelebihan muatan di customer service lion yang berada di luar. Ibu ngasih gue uang 100ribu untuk bayar. Pergilah diriku keluar, nah sesampainya di ruang cs lion, gue bilang sama mbaknya kalau mau bayar kelebihan bagasi, dan mbaknya minta gue untuk menunggu karena ruangannya masih dikunci, ia juga lagi nunggu temannya untuk bawain kunci. 5 menit, 10 menit berlalu, salah satu penumpang yang kelebihan bagasi sama seperti gue juga mulai khawatir. Dia nanya ke mba cs Lionnya, masih lama atau enggak soalnya pesawatnya udah mau berangkat, takutnya ditinggal. Mba cs nya minta untuk sabar dan gak mungkin juga ditinggal. Jam menunjukkan pukul 05:50 wib, mas cs Lion dateng bawa kunci dan ruangan dibuka. Gue ngasih kertas yang dikasih mba check in yang disitu tertulis kode booking sama kelebihan bagasi gue berapa kilo. Nah pas masnya menyebutkan total harga yang harus gue bayar karena kelebihan bagasi itu gue rada shock.
“Total pembayarannya Rp330.000 mba,” kata mas customer service
“Hah berapa mas? 330 ribu?,” ucap gue lirih sambil nyari uang di dompet karena ibu ngasih uangnya cuma 100 ribu. Gue yakin masnya tau ngeliat gue kaget denger nominal kelebihan bagasi yang sampe 300ribu gitu, masnya ngejelasin ke gue kalau ini sampai balikpapan.
Setelah selesai ngurus kelebihan bagasi dan dapat kertas lebih tepatnya nota yang berisikan pembayaran bagasi lunas dari mas csnya, gue melaju ke bandara ruang keberangkatan lagi. Dan ternyata disitu udah ada petugas yang jaga buat check tiket kita, wih udah dateng masmasnya. Gue langsung menuju ke tempat check in ngasih bukti pembayaran dan kemudian dapet lah tiket check in gue check tiket ternyata dapet seat 21B dan 21C asik deket sayap.
15 menit menunggu tibatiba kita udah disuruh untuk boarding, gue sama ibu menuju ke pesawat dan itu udah pukul  06:30 WIB karena pesawat pertama gua yakin si gak bakal delay. Sempet cemas juga pas liat sekeliling ternyata masih berkabut dan cuaca rada mendung.

img_20160924_060643

photogrid_1475666372756

Dengan menyebut nama Allah pesawat Lion air dengan nomor penerbangan JT 241, PK-LKR Boeing 737-800 membawa diriku menuju Soetta. Saat itu FA ngasih tau kalau cuaca buruk dan meminta kita untuk tetap mengenakan sabuk pengaman.

photogrid_1475666060998

photogrid_1475652083537

50 menit kemudian landed safely at soekarno hatta airport terminal 1B. Karena gue transit dan akan melanjutkan penerbangan lagi ke balikpapan jadi di loket transit gue laporan dulu, mbanya bilang kalau tujuan balikpapan harap menunggu untuk kemudian diantar menuju terminal 1A. Tegambuy sebentar. Tak beberapa lama terdengar suara yang memberi tahu kalau penumpang tujuan Semarang, Makassar dan Balikpapan untuk mengikutinya berjalan menuju bus yang akan membawa ke terminal 1A.

photogrid_1475651916834

Bandara Soekarno Hatta

photogrid_1475666579616

photogrid_1475666505475

Suasana menunggu laporan transit

photogrid_1475666704966

photogrid_1475666445464

Munuju Terminal 1A

Jam menunjukkan pukul 08:00WIB masih pagi dan kita belum sarapan, karna ibu orangnya bekelan, jadi kita sudah persiapkan nasi dan ayam goreng yang dimasak di rumah. Tiba-tiba ibu bilang kalau beliau ingin sesuatu yang berkuah panas panas gitu. Oke akhirnya gue pesen soto ayam, sop buntut, dan air hangat. Lagilagi ibu ngasih uang ke gue 100 ribu dan lagilagi kurang. Karena biaya makanan tersebut tanpa nasi adalah 115 ribu. Wajar sih kalau mahal karena mungkin pajak restaurant di bandara juga gede. Makanya lebih baik kalau bepergian kemanamana biasakan untuk bawa bekel, lebih enak lebih ekonomis.

Sop dan soto harga selangit

Sop dan soto harga selangit

Butuh waktu 4jam transit, pukul 11:25 udah diminta boarding, nah gue ternyata satu pesawat dengan penumpang tujuan Tarakan, karena pesawat tujuan Balikpapan ini sama dengan tujuan Tarakan, jadi mereka yang ke Tarakan transit di Balikpapan terlebih dahulu.

photogrid_1475666772496

Dengan nomor penerbangan JT 756 PK LJZ dan bangku 12E dan 12F, tepat pukul 12:00 pesawat lion air Boeing 737-800 yang gue tumpangi take off. Di dalem pesawat gue lihat sekeliling dan ternyata disitu baru ku menyadari nomor bangku pesawat 13 dan 14 tidak ada. Oh gue yakin itu angka sial jadi nomor 13 dan 14 dalam bangku pesawat ditiadakan maksudnya untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk.

photogrid_1475666896216

Nomor bangku kanan ke kiri 12 dan 15

Waktu tempuh Jakarta-Balikpapan yakni 2 jam, dan saat itu pilotnya ngasih tau kalau kita sedang berada di ketinggian 60000 kaki dan cuaca bagus. Oke bisa tenang dan bisa tidur untuk beberapa menit di pesawat.

photogrid_1475651845791

photogrid_1475651770054

Waktu landing sudah mulai dekat, gue liat ke kaca jendela pesawat kalau dibawahnya lautan, oh Bandara sepinggan ini deket laut. Tiba-tiba ibu juga liat dan sadar kalau dibawahnya laut, ibu mulai sedikit cemas dan ketakutan.
“Itu laut yy dek? Ada kapalkapal kayak capung gitu,” ucap ibu sambil melirik dan menunjuk jendela pesawat.
“Iya bu,  ini bandaranya deket sama laut,” jelas gue sok tau.

photogrid_1475651624876

photogrid_1475651683151

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Sambil memegang tasbih yang di bawanya, ibu mulai berdzikir. Gue lihat raut wajah ibu yang takut. Alhamdulilah landed safely di Bandara sepinggan pukul 15:00 WITA yak terjadi perbedaan waktu satu jam.

photogrid_1475651515388

photogrid_1475665987140

Tukang Parkir Pesawat haha

Mobil Pertamina Aviation

Mobil Pertamina Aviation

photogrid_1475666955162

Gue turun untuk mengambil bagasi. Tak jauh beda dengan dua tahun yang lalu, bandara Sepinggan tapi sekarang namanya menjada Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman masih tertib, teratur, bersih, luas, enak dipandang. Setau gue bandara ini merupakan satu-satunya bandara yang bangunannya persis seperti mall atau pusat perbelanjaan. Di dalamnya juga mengusung tema save orang utan  jadi gak heran kalau kita lihat sekeliling terdapat beberapa gambar orang utan atau design isi ruangan bandara juga dipenuhi dengan tumbuhan. Setelah check barang oleh petugas bandara, gue sama ibu keluar dan disitu sudah banyak supir-supir travel yang menawarkan jasanya. Mereka sopan dan baik, hal itu membuat gue terkesima beda sama supir travel di lampung yang kadang maksa orang buat naik travel. Nah di bandara juga menyediakan taksi atau travel, jadi jika kalian ingin menggunakan jasanya tinggal pesan langsung di loketnya.

photogrid_1475667028337

Welcome to Balikpapan JT 756 Lionair Jakarta

photogrid_1475667097891

photogrid_1475667147898

photogrid_1475667216352

photogrid_1475667276201Setelah keluar dari pintu kedatangan, gue sama ibu ketemu bapak dan adek, mereka sudah sampai terlebih dahulu karena berangkat dari surabaya pukul 06:30WIB. Iya jadi karena adek gue lagi daftar tes sekolah kedinasan di Madiun, dan ternyata tesnya diundur sampai tanggal 1 Oktober, jadilah mereka Berangkat juga ke Kalimantan.

img-20160925-wa0002

photogrid_1475667343349

Kita di jemput oleh adiknya ibu dan suaminya yang tinggal di Sangatta, ibu kota Kabupaten Kutai Timur provinsi Kalimantan Timur. Yaah karena ini kedua kalinya gue ke Sangatta, jadi gue udah sangat tahu perjalanan dari Balikpapan menuju Sangatta masih sangat jauh, yakni membutuhkan waktu sekitar 8 sampai 10 jam. Tak ada yang berbeda dari sebelumnya, Balikpapan adalah kota yang sangat maju, ya mirip dengan Bandar Lampung, semua bisa diakses dengan mudah dan cepat. Jaringan internet juga udah 4G. Empat jam kemudian, waktu menunjukkan pukul 18:30 WITA, matahari sudah tenggelam, malam telah datang,dan kita baru sampai Samarinda, ah masih setengah perjalanan lagi. Lewat dari kota samarinda, hmm sudah kuduga, beberapa titik jalan banyak yang rusak. Pemandangan kanan kiripun sudah menjadi kebun-kebun, hutan dan tebing. Tidak ada penerangan jalan, iya kalau tak ada kendaraan yang melintas so pasti gelap hitam kelam. Tapi tenang aja katanya melintas disini aman, beda banget sama lampung yang terkenal begal.

Jalanan menuju Sangatta

Jalanan menuju Sangatta

Akhirnya setelah perjalanan melintasi dua pulau, dari Sumatra ke Pulau Jawa dan dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan, sampai dengan selamat sentosa di Sangatta pada pukul 23:30 wita. Okeh selama di Sangatta ada satu hal yang unik saat gue beli tahu campur, sejenis makanan yang rasanya mirip rawon campur gulai, nah disitu kita beli untuk dibungkus atau take home halah haha, tapi yang buat gue heran adalah bungkus plastiknya yang gak lazim. Iya ternyata di sangatta bungkus makanan pakai plastik kresek, makanan seperti bakso atau yang berkuah lainnya juga dibungkus dengan plastik kresek. Awalnya gue sempet bingung ini gimana nuanginnya, karena sisi kanan dan kirinya bolong. Ah sama seperti lampung, mungkin di Sangatta juga sedang krisis listrik karena hampir setiap harinya listrik padam. Dan itu paling ngeselin karena kipas angin juga mati, gue harus sabar menghadapi panasnya Kalimantan, karena panasnya api neraka gak ada seupilpun dari panasnya ini.

Bungkusan Tahu Campur

Bungkusan Tahu Campur

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan