Travelling

Crazy Little Thing Called Love

Tinggal di tanah rantau udah empat tahun, banyak waktu yang dihabiskan di kota orang dari pada di rumah sendiri. Dapet teman-teman yang baru dan berbeda dari daerah-daerah nusantara. Temen-temen lama gimana ? Temen-temen masa sekolah ? iyap kita menjalani LDF (Long Distance Friendship). Bukan berarti dapet temen yang baru, temen yang lama dilupain. Temen-temen masa sekolah masa remaja gue, mereka menakjubkan, bangga punya temen-temen seperti mereka. terimakasihh Tuhan telah engkau ciptakan makhluk yang senantiasa bisa memberikan tawa dan menyeka luka atau perih yang ku alami #edisilebay. Haha jadi disini gue mau banyak-banyak bersyukur dulu. Tahun ini meskipun belum jalan-jalan menjelajah alam Indonesia tsaaahh tapi gpp bisa mengeksplore kota sendiri bersama teman-teman.
Pergi ke tempat-tempat yang lagi  hitz di Lampung.
Berawal dari ajakan main salah seorang teman yang katanya mumpung anggi lagi dilampung, ajak dulu lah anggi main, ke mall yang baru buka ini, kasian dia blm pernah kesana. iyaaap namanya MBK, Mall Boemi Kedaton, pusat perbelanjaan yang menjadi tempat ajang gahul para kaula muda ini, emang cocok binggo buat nongkrong-nongkrong cantik di berbagai tempat makan yg ada disana. Itu salah satu restaurant Thailand namanya Sunee Thai Bistro and Bar. Waktu jalan-jalan kesana agak shock karena rame iya rame banget gg seperti biasa di mall-mall lain. banyak bocah SMP dan SMA berkeliaran bahkan bocah-bocah SD, Ibu-ibu berseragam PNS juga banyak yang lalu lalang.

(6 January 2015)
Selang beberapa bulan kemudian, setelah seminar proposal balik ke sang bumi khuwa jurai karena kangen sama orangtua, butuh refreshing dan asupan gizi. Jeng-jeng tiba-tiba tidurku di siang hari terganggu karena teriakan emon dan wandul yang tiba-tiba udah di rumah, mereka blusukan ke rumah dan nyulik gue yang belum mandi buat main ke laut. okeeh jadi gue, dayat, emon, wandul, barry dan faisal dri rumah gue langsung cus ke Pantai Sari Ringgung. Katanya sih salah satu surga tersembunyi di Lampung. dari Sari Ringgung kita naik perahu buat ke pulau lain namanya Pasir Timbul jadi ada daratan di tengah-tengah laut. banyak ketawa dan moment bahagia yang gue rasain disini. udah lama banget  gg mantai, akhirnya sma orang-orang gila ini gue bisa liat laut, ngerasain asinnya air, dan melihat pemandangan alam yang mempesona mata haha
*Maafkan kealayan kami*
(26 April 2015)
Masuk ke bulan Juni, bulan ramadhan kali ini harus merasakan yang namanya puasa di kosan karena terlibat dengan skandal pengerjaan skripsi yang tak kunjung usai. akhirnya baru bisa kembali lagi ke lampung seminggu sebelum lebaran, sekitar pertengahan bulan juli. Tawaran untuk buka bersama dengan geng dan teman-teman terkasih tak bisa ku tolak meski rumah yg nun jauh disana, kalau urusan kumpul dan kongkow bareng-bareng, gue gak mau ketinggalan haha.
Buka bersama di Griya Liwet kemudian hijrah ke Emersia Hotel dan Resort bersama teman sekelas IPA 2 a.k.a GHOST jadi batu loncatan gue menatap dunia yang baru. kenapa ? karena tahun ini tak ada lagi wajah-wajah kami yang usang haha kami sudah bukan remaja siswa SMA , kami juga tak layak disebut mahasiswa lagi. Diantara kami ada yang sudah menikah dan bekerja. Bahkan acara makan ini pun disponsori oleh pegawai STAN salah satu teman kami. gue ? Insha ALLAH segera menyusul *nyusul yg mana nggi ? hmmmm
(11 Juli 2015)
Keesokan harinya bersama teman-teman yang lain mengadakan buka bersama di rumah mutte lalu lanjut foto ke MBK. Kami adalah teman yang berasal dari satu sekolah SMA yang sama namun berbeda-beda kelas, ada yg dari IPA1, IPA2, IPA3, IPA4, dan IPS bahkan ada seorang dari luar provinsi Lampung, yaitu pacarnya Mutte. Dengan orang-orang ini belum tentu setahun sekali bisa ketemu, meskipun begitu , jarak dan waktu tak dapat menghalangi kita untuk tetap dekat menjalin tali cinta haha
 (12 Juli 2015)
Lebaran telah tibaa, saatnya gadis manis manja nan setrong beraksi, niat hati mau silaturahmi ke rumah guru tapi karena beliau sedang tidak dirumah, akhirnya kami putuskan untuk berjalan kemana roda sepeda motor ini melaju. Kami berhenti di salah satu tempat yg lagi mainstream, iyap. Institut Teknologi Sumatera (ITERA), setelah melewati jalan yang penuh dengan debu, kaki-kaki gadis ini berhenti di ITERA untuk berfoto ria sambil memandangi keadaan sekitar. banyak kawula muda seperti kami disana yang tujuannya mungkin sama, untuk tau seperti apa ITERA itu dan kemudian mengabadikan moment tersebut dengan sebuah jepretan foto baik yg berasal dari kamera HP maupun DSLR. Setelah cukup puas di ITERA tapi tak cukup puas untuk menyudahi perjalanan, kami bermaksud untuk mencari spot lain yang lebih menarik. Kami berniat mengunjungi taman perahu, katanya wanda tempatnya bagus buat foto dn gak jauh dari sini, setelah ditelesuri, astagfirulah 30menit kami melaju di jalan yang aspalnya gak seberapa, kanan kiri kebun dan sawah, serta debu yang dengan gairahnya bertebaran, tak kunjung kami temui jua yang namanya taman perahu. akhirnya kami memutuskan untuk putar balik lagi karena kami khawatir dibegal mengingat hari sudah sore dan medan yang kami lalui saat ini rawan terjadi pembegalan. Tak dapat taman perahu, kebun karet pun tak masalah bagi kami untuk menjadi objek foto eksis. *biar kekinian ceritanya
(21 Juli 2015)
Libur lebaran kali ini ditutup dengan kunjungan wisata ke Pulau tangkil, katanya juga ini salah satu lagi surga tersembunyi di Lampung, dari pantai mutun kami nyebrang dengan perahu untuk sampai ke pantai tangkil. biaya masuk perorang hanya enamriburupiah. enggak salah kalau ada yang bilang surga tersembunyi karena emang pantainya daebak, pasirnya putih lembut dan airnya berwarna tosca yang menyegarkan untuk dipandang. Trust me satu hal, Pantai emang obat paling mujarab untuk menyembuhkan kejenuhan dan kepenatan. bisa kejer-kejeran, kotor-kotoran mainin pasir laut dan intinya saat kamu pergi ke Pantai saat itu lah kamu akan merasakan damai. Ditengah terik panasnya matahari, kami nekat untuk merasakan asinnya air laut, yuhu jeburjebur, tak peduli kulit bakalan hitam legam yang penting kami bahagia, biar lebih sempurna kami juga main banana boat haha meski terhempas jatuh dan terguncang oleh terpaan ombak, selagi ada pelampung kami selamat. eh tunggu dulu pelampungku iketannya lepas hiks, degdegan sih bgt, gak bisa diungkapin lagi coba bayangin ditengah laut yang dalam terombangambing pelampung lepas dan gak bisa berenang, mulut udh sibuk komatkamit baca doa selamat, rasanya mau nangis aja. *ini namanya olahraga Jantung
(23 Juli 2015)
Hal-hal seru, menyenangkan dan indah bakal dirasain jika bersama sahabat dan teman-teman. iya mereka yang menerima segala keanehan dan keabsurdan diriku. Terima kasih telah melakukan hal  kecil namun agak gila bersama.

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan