Travelling

(Curug Cimahi) Pelangi Diantara Kita

Satu yang tak bisa dipungkiri yaitu manusia butuh liburan, beristirahat sejenak dari rutinitas dan menikmati kesegaran alam. walaupun kami hanya mahasiswa tingkat akhir biasa eh maaf maksudnya masih pengangguran yang menunggu jadwal wisuda tiba, kami juga membutuhkan liburan untuk melepas penat. selain itu karena gue dan teman-teman berasal dari daerah dan provinsi yang berbeda-beda, kami memanfaatkannya untuk saling mengakrabkan diri “Duh kapan lagi coba bisa jalan-jalan sama mereka”. Ya karena nanti kita akan sibuk dengan kehidupannya masing-masing, aku disini dan kau disana, meski kita memandang langit yang sama, jarak dan waktu menjadi penghalang untuk tetap bersama merajut jalinan asmara.#Halah Lebay

Pilihan tempat wisata kami jatuh kepada Curug cimahi atau Air Terjun Pelangi. Dengan menyewa sebuah mobil di penyewaan mobil sukapura Telkom University, Bojongsoang , kami empat wanita siap berangkat ke curug cimahi. Bekal kami sangat sederhana yaitu bantal untuk mima sang supir cilik, air minum, wafer, keripik pisang coklat yenyen, nasi dengan ayam goreng dan sambal goreng tahu yang kami masak sendiri.

Zaman yang canggih dengan menggunakan googlemaps memudahkan kami untuk tau lokasi Curug Cimahi. Terimakasih Google Maps telah menuntun kami ke jalan menuju Curug Cimahi. Lokasi pasti curug cimahi terletak di jalan Kolonel Masturi, kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dekat universitas advent. sebenarnya nama Curug Cimahi ataupun Curug Pelangi yakni sama saja, hanya saja untuk menarik jumlah wisatawan yang datang dinas perhutani memberikan tambahan sentuhan dengan menyisipkan lampu warnawarni di air terjun dan membuatnya semakin elok ketika malam tiba. karna kami datang pada siang hari, kami tak dapat menyaksikan gemerlapnya air terjun saat kegelapan menjelma.
Tak perlu merogoh kantong dalam-dalam hanya dengan membayar tiket masuk seharga 12.000 kami sudah dapat menikmati keasrian alam ciptaan sang khalik. waw udara yang sangat segar dan jarang kami dapatkan saat kami tinggal di Bojongsoang, suara desingan jangkrik yang berpacu dalam melodi, Suara desaran air terjun serta pemandangan yang mempesona mata membuat kami bahagia berbinar-binar.

Untuk sampai kebawah dan menikmati dinginnya air terjun kami harus melewati sekiranya enamratusan anak tangga. Hal yang sangat mudah bukan ? namun bagaimana yang terjadi jika kita harus menaiki enamratus anak tangga untuk kembali lagi ? Sulit sangat sulit. ENGAP tjoiy.

Sesampainya dibawah kami bisa melihat lebih dekat air terjun dan merasakan dinginnya air menyentuh kulit-kulit kaki kami. Kala mata memandang ke arah Air terjun kami melihat pelangi sebagai bias warna yang muncul antara cahaya matahari yang ada dan volume air yang jatuh. #apasih ngawur

Bahagia itu sederhana dan gak harus mahal,kalau ditotal untuk sewa mobil,bensin,tiket masuk dan makan di sapu lidi, setiap orang wajib mengeluarkan uang 100rbu. murah bukan ?? selain dapat menyegarkan otak kami juga bisa sekalian berolahraga mencegah oesteophorosis dengan menaiki ratusan anak tangga haha.

Dan Senyum bahagia kami selalu merekah menikmati liburan singkat ini.

 

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan