Travelling

Dari Bandung Selatan ke Bandung Utara

Throw back dua tahun lalu saat masa kejayaan dimana mau pergi langsung jalan, gak perlu buka obrolan panjang lebar untuk sesuain jadwal free. Ah masa itu adalah salah satu yang sangat dirindui saat ini. Entah kapan bisa refreshing dengan mereka lagi karena sekarang kami sudah terhalang jarak beda pulau. Bagaimana sekarang kita bisa berjumpa untuk janjian main bareng pergi tamasya ke bina ria? (sengklek kadang nih si anggi korban dangdut) semula hal untuk bertemu dan main bareng adalah perkara yang sangat mudah kita hanya tinggal bertemu di kampus, atau kosan, tapi apa daya perkara yang sangat mudah dilakukan waktu itu menjadi sangat sulit untuk dilakukan sekarang  karena tempat tinggal kami berbeda, ada yang di Riau, Lampung, Jakarta, dan Yogyakarta piyuufth. Tulisan kali ini gue dedikasikan untuk teman , sahabat  sekaligus saudara yang dipertemukan karena memiliki hobi dan kecintaan yang sama akan seni dan budaya korea. Iyap kami dipertemukan karena menjadi pengurus di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Urihansa.

Waktu itu September 2014, entah bagaimana ceritanya kita memutuskan untuk melakukan perjalanan santai keliling Bandung, sejenis liburan mengunjungi tempat wisata mainstream yang ramai dikunjungi tapi kita belum pernah mengunjunginya sama sekali. 18 September 2014 kita putuskan untuk pergi tamasya, tujuan kita saat itu adalah Kawah Putih yang terletak di Jalan Raya Soreang Ciwidey, kabupaten Bandung, Jawa Barat. Nah jadi gue berangkat bareng Marlia yang akrab disapa Rani, Uul, dan Kak Ciyn. Kita berangkat dari kosan Rani pake mobilnya dia tapi kita sewa supir. Beberapa kali tiap tulisan tentang travelling gue selalu nyaranin kalian untuk bekel dan selalu bekel makanan. Jadi di perjalanan ini juga kita bekel makanan, sebelum pergi kita udah masak nasi goreng, ayam goreng, semur daging, nasi putih, dan roti. Well kita berangkat dari Dayeuh Kolot itu jam 9 pagi dan sampai di Kawah Putih itu jam setengah 11. Perjalanan yang cukup berliku-liku nan menanjak. Sampai di Kawah Putih biaya masuk perorang Rp. 15.000, wih muraahh ya tapi tunggu, kita shock banget pas tahu petugas tiketnya bilang untuk biaya parkir mobil dikenakan Rp.150.000, mahal amat ya allah. Dan ternyata jarak dari pintu masuk dan tempat kawah putihnya itu sendiri cukup jauh sekitar 5km, ya mungkin karena itu jadi mahal. Kalau naik motor lebih ekonomis sih, jadi karena naik mobil ada pengeluaran yang membeludak secara tiba-tiba gini. Nah kalau kalian gak mau bayar parkir masuk Rp.150.000 kalian bisa naik angkutan umum yang disediakan disana, satu orangnya dikenakan tarif Rp.17.000 nah kalau pp berarti Rp.34.000 kalau dihitung ya sama aja naik mobil pribadi lah ya.

img_3874

Jalan menuju Kawah Putih

img_3728

Parkiran lokasi wisata Kawah Putih

Cuaca saat itu sangat cerah, matahari tanpa malu-malu bersinar terang, udara juga seger. Meskipun cuaca panas tapi tetep aja hawanya dingin, semilir angin menusuk kulit dan tulang brrrr. Cuaca cuaca kayak gini nih yang bikin orang keling alias item. Okeh pas masuk ke kawah putihnya, ya ampun Subhanallah ya maha suci Allah yang telah menciptakan alam spektakuler seperti ini, pemandangannya amazing cuy. Menurut sumber dari wikipedia kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Kawah ini berada pada ketinggian +2090mdpl dibawah puncak/titik tertinggi Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar Kawah Putih ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik lagi katanya warna airnya bisa berubah sewaktu-waktu. Karena bau belerang disekitar kawasan kawah putih, gak heran banyak pedagang yang berjualan masker. Selain penjual masker, disitu juga banyak penjual belerang yang sudah dikemas, selain itu banyak terdapat juga jasa foto. Nah untuk jasa foto bisa langsung cetak disitu dengan biaya cetak fotonya rp10.000.kata warga sana kita beruntung ke kawah putih hari itu karena cuaca bagus dan kandungan sulfur sedang tidak tinggi. Gue perhatiin sekeliling ternyata banyak juga wisatawan asing yang antusias ke kawah putih, mereka berfoto dan mendengarkan cerita tentang sejarah kawah putih dengan seksama. Setelah puas berfoto dan kita sudah terlalu lama menghirup bau belerang akhirnya kita putuskan untuk keluar dan sholat dhuhur , ah gue ngerasain air wudhu udah kayak air kulkas yang ditambah es batu, dingin anet cuy sampe merinding menggigil. Balik ke mobil, pak supirnya nanya mau kemana lagi, nah kita bingung, karena beliau asli orang Bandung dan biasa nganter orang buat wisata, jadi pak supir ngasih saran ke kita untuk ke Situ Patenggang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kawah Putih. Baiklah kita menuju ke Situ Patenggang, nah menuju ke pintu keluar dari kawah putih disitu udah banyak pedagang yang berdiri di pinggir jalan nawarin strawberry dan blueberry. Karena penasaran kita belilah dan harganya murah cuma Rp.15.000. Pertama kali itu gue nyicip blueberry , ah sumpah kalau ngebayangin rasa strawberry ciwidey adalah strawberry terenak yang pernah gue makan.

img_3829

photogrid_1476429278151

img_3837

img_3864

Sini A Duduk Disebelah Eneng

Sini A Duduk Disebelah Eneng

Selama perjalanan menuju Situ Patenggang kita disuguhin dengan pemandangan perkebunan teh yang terhampar luas, 10 menit dari Kawah Putih kita udah sampai Situ Patenggang. Biaya masuk perorang Rp.17.000 dan parkir mobil Rp15.000, parkir mobilnya jauh lebih murah daripada di Kawah Putih. Situ Patenggang ini adalah danau, lumayan baguslah viewnya, sambil makan strawberry yang kita beli tadi, kita jalan-jalan foto sebentar di situ patenggang setelah itu makan siang bekel yang kita bawa tadi, kembali ke mobil, dan kita kepingin pergi ke Lembang. Ya bisa bayangin dong jauhnya gimana, secara kita lagi di Bandung Selatan, dan Lembang itu di Bandung Utara, ujung ketemu ujung weh. Dan pastinya kita bakal ngelewatin Dakol alias kampus lagi. Ah sudah mumpung diluar kan ya sekalian.

photogrid_1476429319397

Jalan Menuju Situ Patenggang

photogrid_1476429358752

STRAWBERRY TERENAK

Situ Patenggang

Situ Patenggang

 

Pukul setengah dua kita menuju Lembang, destinasi kita saat itu adalah Dulang Cafe dan Resort. Kenapa kita ngebet kesana ? Karena Dulang lagi hitz banget pada masa itu, viral di medsos karena teman-teman banyak upload, ya kita juga penasaran seperti apa sih Dulang itu. Butuh waktu empat jam perjalanan untuk sampai di dulang lewat tol. Sudah hampir maghrib ya sekitar jam setengah enam kita sampai. Biaya masuk ke Dulang waktu itu Rp35.000, dan setelah masuk, Dulang emang worth it sih tempatnya, cafenya ada , kolam renang yang menghadap ke bukit dan gunung, kita juga bisa melihat Bandung dari atas. Selain itu ada resort uniknya juga, cocok nih untuk bulan madu di awan biru tiada yang mengganggu, bulan madu diatas pelangi hanya kita berdua (si anggi ya lawas amat sih lagunya). Karena gue gak bawa baju salin gue cuma keciplat keciplut main air sambil liatin Uul dan Rani berenang. Lagi lagi kita ke Dulang disaat yang tepat, tidak begitu ramai jadi kolam serasa milik sendiri.

img_3941

img_3931

photogrid_1476429215738

Dulang Cafe dan Resort

Puas main air, puas foto, saatnya kita kembali ke Dakol, kembali ke kosan. Kita sempet makan di Punclut, dan udara semakin dingin. Sampai dikosan pukul sepuluh malam, benar-benar perjalanan yang melelahkan tapi gue happy. Terakhir semoga dengan tulisan ini, gue selalu ingat momen bahagia itu bersama mereka. Tulisan yang gue tulis hari ini akan menyemangati diri gue sendiri saat sedang sedih dimasa depan untuk membuat gue selalu bersyukur dikelilingi teman yang baik serta nikmat sehat dan rezeki untuk dapat merasakan keindahan.

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan