Travelling

Jalan-jalan ke Belitung, Negeri Asri Tempat Syuting Laskar Pelangi

Pantai tempat syuting Laskar Pelangi

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Yang baca itu sambil nyanyi pasti tahu dong kalau kalimat tersebut merupakan sepenggal lirik soundtrack Laskar Pelangi. Film fenomenal yang menceritakan tentang perjuangan anak-anak di Belitung untuk mengenyam pendidikan. Alhamdulilah dapet rejeki jalan-jalan ke Belitung!

Dek Maya dan teman sekantor detikcom outing ke Belitung. Ini merupakan perjalanan pertama Dek Maya dan alhamdulilah senangnya dibayarin kantor. Jadi disini Dek Maya mau cerita pengalaman jalan-jalan ke provinsi yang terpisah dari pulau Sumatra ini.

Perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara H.A.S Hanandjoeddin ditempuh sekitar satu jam pada 6 Desember 2018. Sesampainya disana, kami melanjutkan perjalanan ke sebuah restoran yang menyediakan makanan khas.

Mie Belitung

Makanan yang diracik dari mie kuning dan kaldu udang ini hangat dan cocok di perut dek Maya untuk sarapan. Makanan khas daerah yang terkenal dengan tambang timahnya ini dilengkapi dengan potongan kentang rebus, udang, risol, tauge, dan emping. Kuahnya gurih manis, nggak terlalu cair karena Dek Maya yakin bikinnya pakai tepung maizena.

Nah yang bikin unik dari Mie Belitung ini adalah penyajiannya di atas daun lebar mirip daun jati gitu, katanya mudah ditemui di daerah tersebut. Namanya daun simpor. Oiya nama restoran ini adalah Wan Bie Bedulang di Jalan Sriwijaya, Tanjung Pandan. Harga satu porsinya Rp 17 ribu.

Baca Juga: Gurih Manis Mie Belitung yang Bikin Perut Hangat di Pagi Hari

Selain mie khas Belitung. Ada beberapa makanan atau minuman khas, dan tempat-tempat yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Apa saja?

Kopi Kong Djie

Kata pemandu wisata yang namanya Caca Tour, kopi khas belitung ini namanya Kong Djie. Kami pun dibawa di beberapa outletnya dan mencicipi kopi susunya, harganya cukup murah Rp 10 ribu. Tapi, kalau menurut Dek Maya pribadi kopi susu Kong Djie terlalu manis. Kalau kalau nggak suka terlalu manis bisa request minta susunya sedikit saja. Selain kopi, coklat Kong Djie juga enak. You must try! Dan kalian juga bisa beli bubuk kopi dan coklatnya untuk oleh-oleh dibawa pulang dengan harga Rp 35 ribu.

Baca Juga : Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong Djie

SD Muhammadiyah
SD Muhammadiyah

SD Muhammadiyah

SD Muhammadiyah ini merupakan sekolah tempat syuting para pemain Laskar Pelangi. Tapi, yang kami kunjungi kemarin hanyalah replikanya saja. Kata pemandu SD Muhammadiyah yang asli letaknya sangat jauh.

SD Muhammadiyah Belitung tempat Syuting Laskar Pelangi
SD Muhammadiyah Belitung tempat Syuting Laskar Pelangi

Saat mengunjungi SD Muhammadiyah Dek Maya bertemu beberapa anak-anak SD yang duduk di kelas dan mereka bernyanyi soundtrack Laskar Pelangi. Bangunan sekolahnya persis seperti di film, terbuat dari kayu beralaskan pasir putih. Belum jalan-jalan ke Belitung kalau belum ke SD Muhammadiyah


Dek Maya dan teman-teman kantor di Belitung
Dek Maya dan teman-teman kantor di Belitung

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai yang terdiri dari banyak bebatuan ini juga pada 2010 digunakan sebagai tempat syuting Lintang dan kawan-kawan. Sama seperti kebanyakan pantai pada umumnya, warna air lautnya hijau dan cukup jernih. Kalau jalan-jalan ke Belitung biasanya pantai ini jadi destinasi wajib dikunjungi

Ada beberapa spot foto yang Dek Maya sukai, yakni ada bebatuan yang saling berhimpit. Dan disana tidak ada pengunjung lain selain rombongan detikcom. Luar biasa asrinya!!


Tempat syuting Laskar Pelangi
Tempat syuting Laskar Pelangi

Pulau Lengkuas

Untuk mengunjungi Pulau Lengkuas yang juga dipakai untuk syuting film Laskar Pelangi ini, kami harus menaiki perahu dan menyebrangi laut. Dari dermaga Tanjung Kelayang ditempuh sekitar 30 menit untuk sampai di Pulau Lengkuas.

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas

Masya Allah, maha suci Allah yang telah menciptakan keindahan ini. Bersyukur dek Maya bisa jalan-jalan ke Belitung. Pasirnya lembut dan putih, air lautnya jernih. Banyak batu-batu tinggi yang membuat pemandangan semakin indah. Dek Maya takjub!

Di Pulau Lengkuas ini juga ada menara mercusuar peninggalan zaman Belanda. Tinggi banget, tapi sayang Dek Maya nggak bisa masuk. Tapi kata pemandu, biasanya pengunjung hanya bisa menaiki menara ini sampai ke lantai empat saja.


Just Chilling Out
Just Chilling Out, jalan-jalan ke Belitung

Hotel Santika Premiere

Jadi hotel tempat kami menginap ini viewnya langsung menghadap ke laut. Suka banget sama hotel Santika Premier desainnya unik seperti sangkar burung gitu. Dan kebetulan kamar Dek Maya ada private pool gitu deh buka pintu langsung bisa berenang.

Penampakan depan kamar hotel

Tiga hari jalan-jalan ke Belitung membuat Dek Maya mengerti peradaban masyarakat sana. Di Belitung nggak pernah macet, jalannya sempit tapi mulus. Kanan kiri masih kebanyakan kebun dan hutan, jadi kalau perjalanan malam itu pasti gelap banget.

Selain itu, masyarakat Belitung ramah dan baik. Jadi, Dek Maya diceritain kalau daerah ini nggak pernah terjadi pencurian, alias tempatnya sangat aman. Meninggalkan kunci di motor, kendaraan bakal tetap utuh nggak ada yang mencuri.

Terakhir ingin sedikit berbagi informasi yang mungkin belum kalian ketahui, jadi Provinsi Bangka Belitung ini terpisah ya guys. Selama ini Dek Maya tahu kalau provinsi ini hanya terpisah dari pulau Sumatra saja, tapi ternyata Bangka dan Belitung itu juga terpisah dan beda pulau. Butuh naik pesawat atau perjalanan laut dari Bangka ke Belitung.

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Rianozi
    12 Februari, 2019 at 10:39

    Dan hikmah dr perjalanan ini adalah ternyata Pulau Bangka & Belitung itu pisah :’

    • Reply
      anggimayavio
      12 Februari, 2019 at 10:41

      Dan terimakasih rian atas ilmu yang bermanfaat. Karena elu gue jadi tau geografi Indonesia haha

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: