Travelling

Melancong ke Tanoh Gayo Takengon Aceh Tengah, Mandinya Dua Hari Sekali

Ada yang pernah denger Takengon? Mungkin namanya cukup asing di telinga dan kalian akan bertanya-tanya, Takengon itu apa? Tapi banyak juga kok yang tahu Takengon.

Jadi teman-teman, Takengon itu adalah nama ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Sebuah kota dingin yang terletak di dataran tinggi Aceh dan dikelilingi danau. Sudah pernah kah kamu ke sana?

Nah Dek Maya belum lama ini menginjakkan kaki di tanah Takengon. Mungkin kalau suami bukan orang Takengon, Dek Maya nggak bakalan pernah tahu apa itu Takengon, dan nggak akan pernah sampai ke sana.

Pertama kali menghirup oksigen di Takengon itu tanggal 19 Juni 2019 untuk melangsungkan resepsi pernikahan Dek Maya (ngunduh mantu). Langsung takjub sama suasana di sana karena udaranya yang masih asri dan sejuk. Pemandangan masih dikelilingi bukit dan gunung, jalanan sepi, tanah masih banyak yang kosong, tak banyak rumah, jalan berkelok-kelok. MasyaAllah, suhu udara di Takengon rata-rata 13 derajat celcius broh. Adem plus dingin binggo.

Jalan di Takengon

Gimana sih caranya kalau mau ke Takengon?

Perjalanan ditempuh dengan menggunakan burung besi dari Jakarta menuju Medan (Kuala Namu). Karena penerbangan ke Takengon (Bandara Rembele) hanya ada satu kali dalam sehari dengan jadwal pagi jam 8, jadi kami nginap dulu di hotel dekat bandara. Keesokan harinya baru deh cus ke Takengon dari Kuala Namu.

Wings Air ATR72-600 di Bandara Rembele, Takengon Aceh Tengah
Wings Air ATR72-600 di Bandara Rembele, Takengon Aceh Tengah

Kalau naik bus sebenarnya dari Medan bisa langsung ke Takengon. Berangkat malam dan subuh sampai. Hmm cukup jauh menempuh waktu sekitar sembilan jam perjalanan. Sementara itu, dengan pesawat hanya butuh waktu sekitar 45 menit.

Kalian pun dari Kuala Namu ke Takengon harus menggunakan pesawat ATR baling-baling dan hanya satu maskapai yang berangkat ke sana. Yap! Maskapainya si singa yang bagasinya kudu bayar vrooh.

Biayanya berapa sih kalau mau ke Takengon? Hmmm Dek Maya kemarin berdua sama suami pulang pergi dari Jakarta itu 10 juta. Wow Fantastis baby!!!

BACA JUGA : Berkunjung ke Negeri yang Dikenal Banyak Ladyboy dan Wanita Transgender

Ada apa aja nih di Takengon?

Di Takengon matamu akan dimanjakan dengan banyak warna hijau dan biru. Hijaunya pepohonan di banyak gunung dan bukit, serta birunya langit dan danau yang ah syedaaap dipandang.

Suasana Takengon, Aceh Tengah
Suasana Takengon, Aceh Tengah

Tempat wisata di sana kebanyakan terdiri dari menikmati pemandangan di pinggir danau Laut Tawar dan gunung-gunung yang berjejer di dekatnya. Mungkin masih banyak lagi wisata yang bisa diolah oleh pemda setempat. Karena menurut Dek Maya cuacanya mirip dengan di Batu, Malang, kenapa nggak coba di Takengon bikin wisata edukatif bermain sambil belajar untuk metik jeruk atau strawberry. Bisa juga berwisata ke kebun kopi, mengenal proses pembuatan kopi dari di pohon sampai jadi bubuk kopi gitu.

Dek Maya lihat kemarin tempat wisatanya masih kurang hanya terbatas dengan puncak dan pemandangan danau. Setauku sih yaa. Padahal bisa saja dibikin tempat yang lebih kekinian dan Instragamable gitu kayak Muncak Tirtayasa dan Bukit Sakura di Lampung.

Pante Menye
Pante Menye

Di Takengon nggak ada mall, nggak ada bioskop, nggak ada Pizza Hut, nggak ada McD. KFC baru ada satu dan Indomaret sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Enaknya di sana itu bisa belanja buah. Muraaah banget!! Alpukat 2 kilo cuma 25 ribu. Di Jakarta harga alpukat sekilo aja 40 ribu hiks.

Apa aja sih yang khas di Takengon

Kalau kalian ke Takengon pokoknya kudu cobain kopinyaa, kopi gayo. Enak parahhh huhu dan muraah. Kalian penggiat kopi bakalan cocok banget main ke Takengon, karena syurganya kopi itu di sana. Harga coffee latte hazelnut cuma 20 ribu sedangkan di Jakarta 40 ribu. Kopi susu biasa cuma 10 ribu doang loh di Takengon!

So pasti harus cobain Mie Aceh di semua kedainya. Semua makanan yang belum pernah kamu temui, udah sikat ajaa, coba ajaa. Harga makanan di sana pun murah dan nggak bikin kantong kering. Cuma ya di Takengon harga daging sapi dan ayam mahal bebv.

Kerajinan khas Takengon,ukiran Karawang Gayo

BACA JUGA : Jalan-jalan ke Tegal Mas Island di Lampung, Cetar!

Biasanya wisatawan kalau abis pergi dari Takengon bawa oleh-olehnya itu kopi dan kerajinan tangan khas karawang gayo. Mulai dari gantungan kunci, peci, dompet, hingga tas berukiran karawang gayo cocok jadi buah tangan kalian untuk orang-orang tersayang.

Ujung Nunang
Ujung Nunang

Cuma satu sih sebenernya yang kadang bikin nggak nyaman, dinginnya itu nggak nyantai coiy. Selama di sana kemarin jarang mandi karena air dinginnya kayak es. Tapi, bahagia banget bisa berkunjung ke Takengon. Semoga bisa punya banyak rezeki biar bisa ke Takengon lagi, main sama mama papa di sana. Aamiin.

You Might Also Like

No Comments

    Leave a Reply

    %d blogger menyukai ini: