Travelling

Menjelajahi Secuil Bagian East Borneo

Kebakaran hutan yang melanda sebagian wilayah Indonesia beberapa pekan terakhir ini, menyisakan pilu bagi siapa saja, kabut asap telah merenggut nyawa seorang bocah. Salah satu wilayah kabut asap terparah yaitu Palangkaraya, Kalimantan tengah.
Ditengah kedukaan akibat kabut asap yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, disisi lain mengingatkan anggi yang pernah menginjakan kaki di tanah Borneo, dan ikut merasakan oksigen di Kalimantan Timur.

Tahun lalu alhamdulilah diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan santai ke Sangatta, salah satu daerah di Kalimantan Timur. Kala itu pertama kali anggi berkunjung ke pulau Kalimantan dan menetap seminggu di rumah tante , adik dari ibu, yang anggi biasa memanggil ‘bulek’. Berangkat dari Bandung ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (CKG) melalui salah satu jasa bus primajasa. Sesampainya di bandara, bersama mas, mba Sinta, mba Tiwi, dan Nadif yang tadinya mereka dari Lampung kami bersiap menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan. Terjadi perbedaan waktu satu jam antara Jkt dan Balikpapan. Sesampainya di Sepinggan, kami melanjutkan perjalanan menuju Sangatta, waktu yang ditempuh sangat lama yakni sekitar tujuh jam perjalanan. Selain itu medan yang dilalui pun cukup berat, dimana banyak jalan berlubang yang membuat siapa saja menjadi tak nyaman melintasinya.

Seminggu di Kalimantan Timur, anggi manfaatkan untuk berkunjung di beberapa tempat, mulai dari taman, laut, danau hingga area pertambangan batu bara yang dikelola oleh KPC. Penduduk disana banyak yang bukan asli dayak yakni jawa dan bugis . saat itu Sangatta sedang melakukan pelebaran dan pembenahan jalan raya. Jika dilihat daerah sana merupakan daerah yang minim tempat hiburan atau wisata. Berdebu pasti, panas sudah pasti dan tak bisa diragukan lagi. Sehari bisa mandi lebih dari dua kali karena sudah terlalu panas. Selain itu biaya untuk memenuhi kebutuhan jauh lebih mahal dibanding dengan harga berbagai macam barang yang ada di Bandung dan Lampung, kemungkinan dikarenakan akses transportasi yang cukup jauh. Beberapa tempat yang anggi kunjungi saat di kalimantan timur diantaranya yaitu Taman nomad yang terletak di Kutai Timur, beberapa km dari taman nomad tersebut, kami singgah di area tambang batubara.

Kabupaten Kutai Timur

Area tambang batubara

 Dilain hari kami pergi untuk melihat laut. Yes di kalimantan juga ada laut, tapi sayangnya gue bukan pergi ke pantai yang terkenal banyak dikunjungi oleh wisatawan yaitu pantai derawan. Sangat jauh untuk sampai ke derawan dan membutuhkan waktu sekitar enam jam , alhasil pantai Kenyamukan menjadi pilihan rekreasi kami. Jalan yang dilalui untuk sampai ke kenyamukan lebih parah rusaknya, tak beraspal hanya tanah kering yang banyak lubang besar serta debu yang berserakan menutupi pandangan. Sesampainya di kenyamukan agak kaget dan bengong karena tidak sesuai dengan ekspektasi, tidak seperti pantai yang pernah anggi kunjungi. Loh kok pantainya gini ? tempat ini merupakan pertemuan antara sungai dan air laut. Salah satu sisi masih air tawar namun disisi yang lain sudah terhubung dengan laut lepas, meskipun terhubung mereka tidak akan pernah bisa menyatu. #apasih nggi.

Kenyamukan Sangatta

Setelah dari kenyamukan, kami mampir di kebun untuk melihat pemandangan yang ada, sebenernya emang karena tak tahu harus kemana lagi. Da akumah yang penting kemana weh lah ngikuut waee. Disana ada sebuah aliran air yang lumayan besar, entah dari mana sumbernya, dan konoon katanya jika hujan sering turun, kalian bisa menemukan buaya. Whooooohh ngeri !!!

Aliran Air

Keesokan hari untuk membunuh kebosanan kami memutuskan untuk pergi ke kabupaten lain, Bontang namanya. Perjalanan dari Sangatta menuju Bontang memerlukan waktu kurang lebih satu setengah jam. Melewati perkampungan suku asli dayak, agak merinding karena sunyi dan suasana yang tak lazim yang diselimuti kekhawatiran karena mendengar beberapa cerita tentang suku dayak. Kami berhenti di sebuah taman, lupa namanya, yang jelas terletak di salah satu sudut kota Bontang. Taman tersebut merupakan arena yang berada di salah satu komplek perumahan dinas.

Danau Permata, Bontang

 Seminggu di Kalimantan sudah lumayan mengobati rasa penasaran anggi tentang seperti apa sih borneo itu, meskipun hanya sedikit sekali menjelajah salah satu tempat di Kalimantan Timur tetapi sangat berkesan. Iya karena pertama kali. Ingat pertama selalu memiliki kesan tersendiri. Berbekal oleh-oleh khas berupa amplang dan bolu kukus apollo akhirnya diriku balik lagi ke tanah rantau untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang mahasiswi.

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan