Travelling

Ngeteng Pesawat Balikpapan (BPN) ke Lampung (TKG)

Setelah seminggu lebih menghirup oksigen di Kabupaten Kutai Timur akhirnya kita pulang ke bumi ruwa jurai. Segala barang bawaan sudah kita persiapkan koper dan tas-tas yang bakalan masuk ke bagasi pesawat terlebih dahulu kita lakbanin. Kenapa kita lakban?? Karena kita udah pengalaman banget barang-barangnya hilang kalau tas dan koper tidak di segel dengan baik. Waktu ke Malang pashmina ibu hilang, dan ini kemarin adek gue dari Surabaya ke Balikpapan parfume yg baru dibelinya juga hilang. Iya masih banyak oknum nakal yang suka mencuri barang” penumpang. Nah kalau mau ngewrapping di Bandara juga mahal, kemarin gue dari Bandara Raden Inten II wrapping tas dan koper habis Rp165ribu sayang banget uang sebanyak itu cuma buat bungkusin tas abis itu dibuang bekas plastik wrappingnya. Nah alhasil jadilah dari Kalimantan ini dengan bermodalkan lakban yang hanya Rp10ribu udah bisa melindungi tas kita dari tangan jahil orang” yang berusaha mencuri.


3 oktober 2016 tiket pesawat dari Balikpapan menuju Jakarta bakal membawa gue, ibu, mas, mba Sinta, Nadif dan Azzam kembali ke rumah. Karena butuh waktu 8jam dari Sangatta menuju Balikpapan, kita udah berangkat tanggal 2 oktobernya, naik travel yang namanya Momo, mungkin ini salah satu bisnisnya momo geisha *apaan sih nggi jayus ah. Well jam 21:00 WITA kita berangkat dari Sangatta, gue juga berangkat bareng sepupu tapi beda tujuan, sepupu gue ke Surabaya doi mau lanjut ke Malang masih ada jam kuliah. Gue terpesona naik travelnya ah ini mah asik bingit single seat gitu kaki bisa selonjoran, ada bantal, ada selimut, mantaf untuk tidur nyenyak. Jadi mobilnya itu sejenis elf berisi 11 penumpang dan harga satu tiket travel dari Sangatta menuju Balikpapan ini Rp250ribu.

photogrid_1475668599308

Momo Travel Sangatta - Balikpapan

Momo Travel Sangatta – Balikpapan

Beberapa kali kalau gua hitung yy selama perjalanan ke Balikpapan supir travelnya berhenti 3 kali, pertama gue liat dia ngerokok ngopi di sebuah warung pinggir jalan bareng tmen-tmen supir travel lainnya, kedua berhenti lagi dia makan di rumah makan Samarinda yang gue lupa namanya (maklum udah jam 1malem waktu setempat jadi mata, otak dan pikiran gak sinkron), nah sekitar pukul 03:00 WITA travel yang gue naiki berhenti lagi, kali ini gue benerbener gak tau kita lagi berhenti dimana tapi yang gua liat disitu banyak banget travel atau bus lainnya yang pada singgah baik yang searah sama gue ataupun dari arah yang berlawanan. Mungkin mas supirnya lelah jadi dia butuh istirahat lagi biar gak ngantuk. Disitu gue udah mulai degdegan karena pesawat berangkat jam 06:00 WITA, gue takut nyampe bandaranya udah siang terus kita ketinggalan pesawat, karena pemikiran gue ada penumpang lain yang mungkin turun di suatu tempat dan si supir harus nganter mereka dulu. Sambil tidur-tidur ayam, setengah sadar travel gue masih belum jalan juga sedangkan gue lihat waktu sudah menunjukkan pukul 03:30WITA, cukup lama menunggu akhirnya jalan juga nih mobil. Meski gue degdegan atau khawatir tetep aja ya namanya ngantuk mah tidur. sadar-sadarnya gue ketika travel udah mulai masuk parkir Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, gue langsung bangunin ibu dan bilang kalau udah sampai. Tiba di Bandara Balikpapan pukul 04:30 WITA, dan gue lihat penumpang lain pada turun di Bandara semua, oh ternyata mungkin travel ini khusus ke Bandara. Karena barang-barang yang kita bawa banyak, di pintu keberangkatan udah ada banyak trolley gue ambil satu dan mas yang nyusun tas, koper, serta kardus oleholeh. Ah kalau di Bandara Radin Inten II kemarin trolley di pintu keberangkatan enggak ada dong, kata petugasnya si habis.

Suasana Subuh di Pintu Keberangkatan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (BPN)

Suasana Subuh di Pintu Keberangkatan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (BPN)

Setelah itu kita check in nah tempat check in di Bandara Balikpapan ini gue suka designnya bentuk pohon gitu, selain itu loketnya juga tertata rapih ditiap stand udah jelas penerbangan dan tujuannya jadi kita tinggal ngantri. Kali ini karena pasukannya banyak jadi barang bagasi tidak berlebih.

Loket Check In

Loket Check In

Namun mba check innya bilang ke gue kalau kardus-kardus ini dibawa ke OOG yang letaknya di ujung sebelah kanan dari tempat check in ini. Oh jadi di Bandara Sepinggan ini handling bagasi ringan seperti kardus setelah dicatat penumpang diminta mengantar sendiri bagasinya ke OOG (Out of Gauge). Okeh gue bersama mas bawa 3 kardus yang isinya amplang dan apollo sejenis bronis kukus ke OOG. Kita masukin barang di scanner atau Xray, nah pas kita mau pergi menuju ruang tunggu tiba-tiba mba petugasnya nanyain isi barangnya apa soalnya ada botol cairan, mas bingung gue juga bingung karena setau gue itu isi kardus cuma makanan doang. Gue nanya ke mbanya kardus yang mana soalnya bisa jadi itu kardus bukan milik kita. Dibelakang gue ada orang lain juga yang berhenti, dan gue yakin itu barang emang miliknya orang itu. Pria paruh baya itu mencoba menjelaskan ke petugasnya kalau isinya itu parfume, petugas gak percaya dan minta dibuka soalnya isinya cairan seperti minuman ya gue khawatirnya si alkohol atau sejenis minuman keras lainnya. Karena pria itu masih kekeh cari alasan dan mungkin bakal lama prosesnya, juga bukan urusan gue lagi, yaudahdeh gue tinggal pergi ke ruang tunggu tanpa tahu akhir peristiwa itu.

photogrid_1475668469839

Menuju lokasi OOG

Suasana meneganggkan antara pria pembawa cairan dalam botol.

Suasana meneganggkan antara pria pembawa cairan dalam botol.

Pemeriksaan terakhir sebelum ke ruang tunggu, petugas melihat nadif (keponakan gue berumur 3,9tahun) bawa bola yang sudah terbungkus plastik dan lakban. Petugas berkata bahwasanya bola itu harus dikempesin dulu.
“ini bolanya gak bisa naik ke pesawat, kalau mau dikempesin dulu ya dek,” kata petugas kepada nadif. Dengan wajah serius dan berat hati nadif memberikan bolanya ke petugas, disitu kita menunggu sekitar 5 menit karena petugas masih mencari sesuatu alat yang bisa mengempeskan bola tersebut tanpa harus merusak bolanya. Alat sudah dapat, sambil ngempesin petugas bilang ke nadif kalau mereka harus ngempesin bola karena tekanan di pesawat beda sehingga dikhawatirkan dapat meledak.

photogrid_1475668440365

Menuju Ruang Tunggu, Bandaranya persis mall kan

Nadif serius lihat bolanya yg dikempesin

Nadif serius lihat bolanya yg dikempesin

Setelah urusan bola selesai kita menuju gate 8 dan dalam perjalanan menuju kesana ternyata udah ada panggilan yang menyatakan penumpang pesawat lion air tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan JT 763 dipersilahkan naik ke pesawat. Yah gak sempet duduk manis di ruang tunggu udah boarding aja. Pesawat yang kita tumpangi boeing 737 900 ER PK LPI pesawatnya lebih gede dan kita hampir duduk di bangku paling belakang, seat 34. Penerbangan akan ditempuh selama 2jam 10 menit, gue lihat waktu menunjukkan pukul 06:00 WITA berarti bakalan nyampe bandara Seotta pukul 07:10 WIB. Ketika pesawat mau take off gue lihat dijendela pemandangan luar bagus banget, indah banget, menawan banget, penampakan matahari terbit yang cantik banget ditambah pesawat dan hamparan bandara yang lapang, duh fajar yang menyongsong pagi itu sungguh membuatku terpukau. Tapi patut disesali karena gue duduk bukan dideket jendela jadi tak bisa mengabadikan moment nikmat Tuhan itu lewat foto. Maaf yaa tak ada foto  pemandangan tentang apa yang gue lihat di perjalanan udara kali ini.

photogrid_1475668380072

Menuju Pesawat

photogrid_1475668352035

Lion Air Boeing 737 900 ER PK LPI

Landed di Bandara Soetta terminal 1B pada puku 07:00WIB. Karena kita pindah pesawat dan jatohnya bukan transit, jadi kita nunggu bagasi dan akan check in lagi melanjutkan penerbangan dari Jakarta ke Lampung.  Oiya ceritanya karena pesawat transit dari Balikpapan ke Lampung butuh waktu yang lama nunggunya di Soetta, jadi kita putus kan belinya ngeteng, Balikpapan ke Jkt naik Lion, nah dari Jkt ke Lampung kita naik Sriwijaya dengan jadwal keberangkatan pukul 09:45 WIB.

photogrid_1475668281574

photogrid_1475668248803

Setelah ambil barang dibagasi dan gue check tiket ternyata sriwijaya di terminal 2F, OHEMJI gimana cara kita menuju ke sana? gue yakin jaraknya jauh karena gue berada di terminal 1B  dan kalau jalan kaki waktunya gak akan cukup karena pukul 08:15 WIB check in bakalan tutup. Karena baru pertama ngeteng pesawat gini dan gue gak ngerti alhasil gue tanya sama satpam bandara gimana caranya kita bisa ke terminal 2F. Satpam ngasih tau ke kita kalau ada shuttle bus kuning gratis dan beliau meminta kita untuk menunggu di tempat pemberhentian shuttle bus tersebut. Gue udah was-was karena shuttle bus tak kunjung datang sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 07:45 WIB, gue cuma takut gak bisa check in dan harus beli tiket ulang. Akhirnya bus yang ditunggu datang juga, dibantu supir busnya beliau masukin barang bawaan ke bagasi bus dan ternyata setelah jalan tak beberapa lama macet. Gue makin khawatir karena waktu check in bakalan tutup tapi kita masih di bus.

photogrid_1475668213871

photogrid_1475668141198

Shuttle Bus

Sesampainya di terminal 2F waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 WIB gua harus bergegas ke tempat check in meninggalkan mas, ibu dan yang lainnya, maksud gue biarlah gue duluan yg ngantri nah nanti mas nyusul bawa barang jadi setidaknya bisa hemat waktu. Bisa check in juga alhamdulilah barang juga udah masuk bagasi dan sebelumnya gue mau memuji pelayanan sriwijaya air, pelayanan tentang barang yang masuk bagasi pesawat lebih detail jadi kita ditanyain isi barang apa aja, nah untuk kardus itu pas gue bilang makanan langsung di tempel stiker fragile sma mbanya, terus untuk tas dan kopernya ditanya ada barang berharga atau enggak dan gua jawab enggak ada ditempel stiker tidak ada barang berharga. Beda sama lion air yang menurut gue kurang detail untuk memanage barang bagasi penumpang. Menuju ke ruang tunggu gate 4F, sesampainya disana masih ada waktu sekitar 90menit hingga boarding. Perut udah keroncongan lafaar, kita santap bekal yang udah dibawa dari Sangatta. Delay 15 menit kita boarding juga, ah kota tapis berseri aku dataaang!!

photogrid_1475668107548

Barang Bagasi

photogrid_1475668072202

Menuju Ruang Tunggu

photogrid_1475668016510

Menuju Pesawat

Sriwijaya Air Boeing 737-800NG

Sriwijaya Air Boeing 737-800NG

10:10 WIB kita udah dipesawat sriwijaya air kepercayaan dengan nomor penerbangan SJ 096 siap take off menuju Tanjung Karang. Jadi kalau Lion air biasanya PK sekian-sekian nah kalau sriwijaya ini pake nama seperti kebaikan, kejujuran. Terbang diketinggian 14000 kaki kita dapet snack wafer tanggo chocolate. Butuh waktu 25 menit kemudian kita landed di Bandara Radin Inten II Lampung tepatnya pukul 10:40 WIB, what a short flight! Turun dari pesawat kita udah disambut sama bus airport service yang kemudian akan membawa kita ke ruang kedatangan. Wih tumben Biasanya jalan kaki. Kita tunggu barang bagasi dan itu suasana di Bandara riuh banget karena bandara masih dalam perbaikan dan perluasan jadi semrawut padat sesak gini. Tak masalah nanti kalau udah jadi Bandara international semua akan tenang dan damai.

photogrid_1475667961138

Airport Service

photogrid_1475668181255

photogrid_1475667931753

Bandara Raden Inten II yang Masih Rekonstruksi

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan