Waktu Punya Kisah

Orang Asing Pemberi Makna Hidup

Persoalan hidup terkadang tak bisa diselesaikan hanya dengan membaca buku atau browsing di internet. Sekiranya kita perlu learning by doing. Pernah gak sih terpikir kalau orang yang baru pertama kali kamu temui bisa memberikan pelajaran untuk hidupmu? Sama sekali enggak pernah berfikir begitu, kita cenderung bisa belajar dari orang lain apabila kita sudah mengenal dan mengetahui watak atau kepribadian orang itu. Tapi akhir-akhir ini Dek Maya sering kali bisa belajar dari orang lain yang notabenenya belum pernah bertemu sebelumnya, tak tahu nama, tak tahu alamat tinggalnya dan tak tahu apa-apa tentangnya. Terima kasih kalian barisan orang asing yang hanya sekejap lewat dihidupku. Tulisan ini dibuat agar Dek Maya tidak melupakan mereka meskipun rupa mereka telah hilang dari memori ingatan ini.

1.  Ojek Online

Jakarta kejam! Semboyan itu acap kali tersirat dari orang-orang yang hidup di ibukota, tapi nyatanya Jakarta tak sekejam yang mereka katakan, masih ada orang-orang baik di Jakarta. Dek Maya punya pengalaman ketika pertama kali tiba dan menginjakkan kaki di jantungnya Indonesia. Kala itu Dek Maya bersama teman hendak pulang ke Kalideres (Jakarta Barat) dari Grand Indonesia (Jakarta Pusat) mengendarai sepeda motor, namun si kawan ini tidak tahu arah jalan pulang dan dia bertanya pada abang ojek online (gojek) kemana arah Roxy, abang gojek sudah menjelaskan tapi kami tetap tidak mengerti (Kok gak pake aplikasi waze atau maps di smartphone aja sih? Hmm smartphone kami mati karena kehabisan battery). Mungkin abang gojek merasa iba pada kami, beliau memutuskan untuk mengantarkan kami, jadi abang gojek menuntun kami di depan dengan sepeda motornya, dan di belakang dengan sepeda motor kami mengikutinya.

Kami sadar bahwa jaraknya sudah cukup jauh, si kawan membunyikan klakson kendaraannya menghampiri abang gojek dan bertanya “Abang gak kejauhan nganterin kami?” lalu si abang menjawab “Gak apa, daripada saya ngasih tau mba, tapi mbanya gak ngerti mending saya anterin sekalian”. Dan sesampainya, kami mengucapkan terimakasih pada abang gojek.

“Makasi ya bang, Ya allah baik banget si bang, semoga rezekinya lancar, hatihati ya bang,” ucap kami. Tapi si abang gojek malah berucap “Harusnya saya yang bilang hati-hati sama mba.” (Setelah itu gue menyesal, kenapa gue gak ngasih uang bensin untuk abangnya).

Kejadian tersebut membuat Dek Maya sadar kalau masih ada orang baik disini, di tengah keheningan malam yang masih riuh kendaraan lalu lalang, dalam letihnya setelah seharian mengantar orderan kesana kemari, si abang gojek masih mau membantu dan menuntun kami yang tak tahu arah jalan pulang.

Kamu akan tersenyum bahagia ketika ada orang membantu dikala kamu sedang kesusahan, namun kamu akan tersenyum lebih bangga jika kamu telah membantu seseorang keluar dari sebuah masalah.

2.  Seorang Ibu

Selain karena perbuatan seseorang, kita juga bisa memetik hikmah dari cerita orang tersebut. Waktu itu Dek Maya ngeteng (Naik kendaraan putus-putus) dari Bandung menuju Lampung, naik bus dari terminal Leuwi Panjang ke Merak, dari Merak naik kapal menuju pelabuhan Bakauheni. Nah ketika turun di terminal Merak, Dek Maya berjalan menuju dermaga untuk naik kapal bersama seorang ibu yang memiliki tujuan yang sama. Sesampainya di kapal, Dek Maya masih bersama dengan ibu tadi, kami berbincang-bincang hingga akhirnya si ibu bercerita tentang masalahidup yang dihadapinya sambil berderai air mata.

Inti ceritanya yakni pada masa lalu si ibu ini hidup bergelimang harta bersama suami dan anaknya, mereka tinggal di jalan Surapati Bandung, namun 5 tahun kemarin kehidupannya berubah drastis semenjak suaminya di PHK karena permainan politik petinggi perusahaan tempat suaminya bekerja. Ia terpaksa menjual aset mulai dari rumah hingga mobil yang dimilikinya untuk bertahan hidup dan membayar biaya pendidikan kedua anaknya. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari ia membuat dan menjual donat namun usahanya tak berjalan mulus. Anak-anaknya tidak biasa hidup susah, ia salah mendidik anak-anaknya sehingga ia harus berjuang sendiri,sementara itu mana ada perusahaan lain yang mau menerima suami yang telah di PHK.

Ibu itu pergi ke Lampung ke tempat saudaranya, di sana ia bisa membuka warung dan berjualan, sambil menyeka air matanya, ia masih melanjutkan cerita kalau ia sedih harus meninggalkan anak dan suaminya. Katanya ia butuh bertahan untuk hidup jadi apapun akan ia lakukan selagi halal ia ikhlas hidup jauh dengan anak dan suaminya.

Dari cerita itu, kita bisa belajar kalau roda terus berputar. Kehidupan seseorang kadang di atas dan kadang di bawah itu adalah fakta, mau gak mau, suka gak suka harus menerimanya. Saat roda berada di bawah dan hidup dalam masalah yang sulit untuk dihadapi, berarti kita harus bertahan dan berjuang mengatasinya bahkan kalau bisa mengantisipasinya jangan sampai kita berada di titik terendah.

Bukankah Allah sendiri berfirman kalau Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada didirinya. Jadi nasib kita, kita sendiri yang menentukan melalui seberapa keras usaha, tak lupa berdoa juga sama sang pencipta biar berkah.

3. Om Go-car

Cerita lain datang lagi dari pengemudi ojek online, kali ini (Go-car). Beliau bercerita tentang kisah hidupnya yang telah ditinggal pergi (meninggal) oleh istri dan anaknya. Om gocar berkata bahwa anaknya meninggal karena terpaksa dikeluarkan oleh rahim istrinya ketika baru berusia 5 bulan. Kala itu pada tahun 2013, bayinya terpaksa dibrojolkan karena kondisi ginjal istrinya bermasalah. Setelah sempat lahir dan hidup dalam beberapa jam, karena kondisi bayi yang masih sangat lemah, sang bayi tak bisa bertahan, om gocar harus merelakan buah hatinya menghadap sang Khalik.

Selang tak berapa lama dari kematian bayinya, om gocar pun harus dihadapi dengan persoalan hidup lainnya. Istrinya harus melakukan hemodialisis atau cuci darah seminggu tiga kali, sehingga lambat laun ia terpaksa menjual beberapa kios yang dimilikinya dan melakukan pinjaman finansial. Setelah 3 tahun bertahan, di bulan maret tahun 2016 lalu om Gocar juga harus mengikhlaskan istrinya pulang kepangkuan Allah meninggalkan dirinya. Seakan terlarut dalam ceritanya, om gocar masih melanjutkan obrolan dan berpesan kalau ia sebelumnya juga telah menjalin hubungan pacaran selama 5 tahun dengan istrinya, membangun rumah tangganya dari nol dengan hasil kerja kerasnya dan menabung bersama.

Beliau mengajarkan mulai sekarang kalau ingin membangun rumah tangga harus sudah mulai menabung, mencicil perlengkapan rumah, bukan maksud menggurui beliau menjelaskan jika nantinya Dek Maya hendak menikah untuk sebelumnya cek kesehatan terlebih dahulu dengan pasangan, meskipun nantinya ditemukan ada suatu penyakit, jangan ditinggalkan bersama-sama mengobati dan mencari obatnya.

Hidup kan terus berjalan meski ditinggal orang tersayang. Walau kenyataannya pahit waktu  dan usaha akan terus berjalan berdampingan menuju akhir yang bahagia. Aamiin

4. Supir Bus Damri

Pernah tahu the power of kata terima kasih? Dek Maya nggak pernah menyangka jika kata-kata terima kasih yang dilontarkan untuk seorang supir bus damri jurusan Jkt-Lpg itu bisa begitu dahsyat. Sebelumnya dek Maya naik bus Damri dari Jakarta menuju Lampung, nah pas turun di depan gang rumah, Dek Maya bilang ‘makasih ya om’.

Siapa sangka jika perjalanan dari Lampung menuju Bandung, supir bus Damrinya adalah pria sama seperti perjalanan dek Maya dari Jkt-Lpg kemarin. Karena waktu itu penumpang lagi ramai dan Dek Maya dapet kursi paling belakang banget. Tiba-tiba setelah bertegur sapa kembali dengan sang supir. Si om supir menawarkan Dek Maya kursi depan.

“Mb Anggi kalau nggak bisa tidur di belakang dan sempit,pindah kedepan aja ini,” om supir yang nggak tau namanya nawarin kursi khusus yang biasa dipakai kondektur. Gue juga sempat syok si om supir kok tau nama gue.  *Yaiyalah dia  ngecek daftar penumpang keles.

Dari situ Dek Maya bisa mengerti bahwa kekuatan terima kasih yang sesederhana itu bisa membuat seseorang bahagia dan lebih dihargai. Perasaan itu kemudian membawa dirinya untuk berbuat baik padamu.

 

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Sella Selvana Sembiga Koto
    22 Januari, 2018 at 23:58

    Terharu anet. Sella Sering banget juga sih nih dapet pelajaran moral dari orang sekitar yang gak berinteraksi sehari-hari.

    • Reply
      anggimayavio
      23 Januari, 2018 at 00:07

      Wah iya sel? Di Singapore banyak org baik ya hahaha

Tinggalkan Balasan