Review Drama dan Film

Review Drama Pinocchio : Saat Media Memporak-porandakan Sebuah Keluarga

Seorang teman pernah mention suatu postingan di instagram yang berbunyi “orang tua kita harusnya bersyukur karena kita gak kecanduan Narkoba tapi kecanduan drama Korea”. Entah sudah berapa ratus drama atau film korea yang telah ditonton sejak SMA, dimana Korea lagi booming”nya. layaknya kebanyakan wanita pada umumnya yg seneng sama koreakorean, tapi disini gue khusus spesialisasi film atau drama. gue gak ngerti K-pop, gak ngerti boyband atau girlbandnya, gak ngerti Variety shownya, yang gue tau cuma aktris atau aktor, film dan drama, serta soundtrack dramanya.
Kalau menurut gue drama korea itu temanya musiman. sekali waktu banyak stasiun Tv yang mengangkat tentang Gumiho, kemudian musim drama tentang jaksa dan hakim atau detektif, lalu selang beberapa waktu tentang dunia kedokteran, selanjutnya tentang reporter dan jurnalistik, dan yang sekarang lagi musim drama korea tentang penyakit psikologi seperti skizofrenia, DID, anthrophobia.Diantara drama korea itu yang menjadi perhatian besar gue yaitu Pinocchio dan Healer yang tayang pada 2014 akhir. kedua drama ini sama-sama ngebahas tentang dunia jurnalistik dan reporter. hanya saja jika Pinochhio bermain dalam dunia jurnalistik televisi, si Healer mengambil jalur radio dan media online.
Pinocchio
Tayang perdana pada 12 November 2014 di SBS dengan 20 episode
alkisah diceritakan (halah) pinocchio diambil dari nama tokoh kartun, namun pinocchio ini merupakan sebuah syndrome cegukan saat berbohong, intinya orang yang terkena syndrome pinocchio ini tidak bisa berbohong. syndrome ini hanya rekayasa drama saja tidak sesuai dengan medis. drama ini bisa jadi salah satu suguhan menarik bagi anak broadcasting karena banyak ilmu yang dapat dipetik dari tayangan pinocchio. bermula dari sebuah tragedi kebakaran dan ledakan yang menewaskan sembilan petugas pemadam kebakaran, pemberitaan di media tiba-tiba berpusat kepada kepala pemadam kebakaran yang dinyatakan hilang, seorang yang terkena syndrome pinocchio mengaku telah melihat ketua pemadam kebakaran, namun hal yang sebenarnya bahwa itu bukan ketua yang dimaksud, dia hanya melihat perangai yang mirip dengan ketua. sehingga menyebabkan adanya anggapan bahwa ketua masih hidup

opini publik dibuat oleh media, mereka menyatakan bahwa ketua memaksa timnya untuk masuk meskipun diberitahu tidak ada seorangpun di dalam, kemudian ia hanya menyelamatkan hidupnya sendiri, dan mereka yakin keluarganya menyembunyikannya.

Pemberitaan di media yang mengkambinghitamkan kepala petugas kebakaran yang seolah dalang atas kematian rekan-rekannya mengakibatkan keluarganya hancur. karena tak tahan oleh cacian dan hinaan tetangga serta masyarakat lain akhirnya membuat istri dari ketua petugas pemadam kebakaran melakukan percobaan bunuh diri dengan mengajak anak bungsunya (Gedenya jadi Lee Jong Suk alias Ki Ha Myung atau Choi Dalpo). Akan tetapi Ha Myung dapat hidup karena diselamatkan oleh seorang kakek dengan ingatan yang menyimpang dan berpikir bahwa Ha myung merupakan anaknya Dal po. nah takdir dimulai saat ayah Choi In Ha (Park Shin Hye) tinggal dengan kakek yang menyelamatkan Ha Myung. jadi disini hubungan kekeluargaanya ialah Choi Dal Po Kakak dari Ayah Choi In Ha, sekaligus merupakan paman In ha. akan tetapi ibu In ha yang telah cerai oleh ayahnya merupakan reporter yang dibenci oleh Dalpo karena telah merusak keluarganya.Entah itu takdir baik atau buruk mereka sudah ditakdirkan bertemu
(Choi Dal Po atau Ki Ha Myung Kecil)
 (Choi In Ha Kecil)
Pengalaman masalalu Dalpo yang pahit, membuat ia bertekad untuk tidak dekat-dekat dengan stasiun TV, tidak berhubungan dengan orang-orang TV dan bahkan tidak berbicara dengan mereka. Namun ia melanggar janjinya dengan mengikuti sebuah acara cerdas cermat di televisi. Kenapa ? katanya ada rahasia yang ingin terus dilindungi lebih dari janji yang dibuat. Penasaran ? Nonton dong ini recommended pake banget dramanya. jadi ini drama ceritanya tentang perjalanan Dal Po yang benci reporter namun malah memutuskan untuk menjadi reporter untuk membuktikan suatu kebenaran yang benar-benar hakiki *halah bahasa gue

Beberapa alasan Mengapa Kamu Harus Nonton Pinocchio
1. Kocak, Lucu, Tertawa, Hahaha, Hihihi
Seseorang meluangkan waktu untuk menonton adalah untuk mencari hiburan, jadi drama Pinocchio ini dapat membuat kalian terhibur dengan beberapa tingkah konyol nan menggemaskan dari tiap-tiap pemainnya. setiap pemain dalam drama ini memliki karakter yang unik dan khas yang siap untuk mengocok perut kalian
2. Enak di pandang karena pemain yang ganteng dan cantik dengan akting yang memukau dan siap menarik hati kalian

3. Belajar tentang dunia jurnalistik dan reporter
selain untuk hiburan dan bersenang-senang kalian juga dapat belajar dan menambah wawasan pengetahuan tentang media , news dan dampak yang ditimbulkan bagi khalayak. drama ini mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang reporter yang sesungguhnya dengan mengungkapkan kebenaran yang ada tanpa ada yang disembunyikan. dalam drama ini juga kita bisa melihat bagaimana situasi dan suasana serta sistem kerja seorang reporter saat sedang memburu berita untuk memecahkan kasus yang ada dan menjadi menarik serta layak untuk diberitakan kepada masyarakat umum. Baik YGN dan MSC kedua stasiun TV ini berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Beberapa peristiwa yang ada pada drama ini misalnya seorang reporter yang memberitakan banjir, untuk lebih mendramatisir ia berlutut dan seolah air yang menggenang telah sampai pada leher padahal banjir hanya sebatas lutut orang dewasa, atau liputan dengan menggunakan masker pada saat kebakaran padahal asap di TKP pun telah hilang. Ada juga pada saat musim salju tiba banyak orang yang terpeleset, nah bagi reporter merekam orang yang terpeleset adalah suatu moment yang bernilai. nah loh masa kita berharap ada orang yang jatuh ? hayoo gimana hayoo
Bagaimana sulitnya mendapatkan berita saat mereka bertugas di kantor polisi pun dijelaskan secara gamblang pada tayangan drama ini. Mulai dari Cinta, persahabatan, humor, romantis, koalisi politik dan jabatan pun diceritakan dalam drama pinocchio. adanya pengalihan isu untuk menyurutkan suatu berita yang sedang hangatpun terkadang sengaja dilakukan oleh media. yang gue paling ingat si untuk tidak bertanya pada narasumber yang sedang berduka tentang perasaan yang dialaminya. ini banyak banget terjadi di Indonesia, ketika pemberitaan tentang hilangnya pesawat AirAsia yang berangkat dari Surabaya menuju Singapore pada akhir desember 2014, pada kenyataanya masih banyak reporter yang bertanya kepada keluarga korban tentang bagaimana perasaan yang dialaminya? atau terlebih mengenai adakah firasat korban atau tanda tingkah laku yang janggal saat hendak pamit? duh drama ini buat gue jadi reporter. aamiin
Kalau gue sih penasaran sama kasus-kasus seperti apa sih yang bakalan mereka hadapi saat menjadi seorang reporter, gimana sih masalah dan penyelesaiannya ? so alangkah lebih baik jika kalian meluangkan waktunya sejenak untuk menonton drama ini. Bahkan salah satu teman mengambil judul skripsi tentang etika wartawan dalam tayangan drama Pinocchio, dan alhamdulilah doi juga udah lulus . sebuah drama dapat juga menjadi pengantar mendapatkan gelar sarjana.

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan