Review Drama dan Film

Review Film Dilan 1990, Semanis seperti di Novelnya?

Dilan 1990: Dilan & Milea

So excited waktu denger novel terlaris dari karya Pidi Baiq, Dilan bakal difilmkan. Jauh sebelum ini, Dek Maya sudah terlebih dahulu membaca novel ketiga seri dari karya pria yang akrab disapa Ayah ini. Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea, alhamdulilah sudah khatam terlebih dahulu walaupun untuk baca ketiga novelnya harus minjem temen semua (Enggak modal dan enggak mau rugi). Lalu gimana penayangan film Dilan yang serentak mengudara di bioskop pada 25 Januari kemarin? Semanis dengan isi novelnya? Berikut review film Dilan 1990.


Awal trailer Dilan 1990 tayang di YouTube Dek Maya udah mulai terkejut wow! belum satu hari penayangannya jumlah penonton sudah satu juta. Hal itu membuktikan Dilan 1990 ini jadi salah satu film Indonesia yang banyak dinanti oleh masyarakat. Mengingat isi novelnya yang begitu menghibur dan manis untuk cerita cinta remaja SMA, tentu sudah banyak yang berekspektasi bagaimana visualisasi dari Dilan, Milea, dan sahabat-sahabatnya serta kisah kasih remaja di tahun 1990.

Nyatanya pada 25 Januari 2018 kemarin, Dilan 1990 sukses menyedot atensi penonton hingga 225 ribu penonton di hari perdananya. Dek Maya pribadi setelah nonton Dilan 1990 ini pun cukup puas. ‘Wah keren nih akting para pemainnya’ begitu yang ada di benak Dek Maya saat menyaksikan Dilan 1990 di Djakarta Theater XXI kemarin malam (26/1/2018). Penilaian Dek Maya sendiri untuk film Dilan 1990 adalah 8/10. Berikut tujuh detail perspektif Dek Maya soal film Dilan 1990 yang cukup sesuai dengan novelnya. Menarik untuk dibahas!

1. Iqbaal CJR Cocok Memainkan Karakter Dilan

Awal Pidi Baiq dan Max Pictures ungkap bahwa Dilan akan diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, banyak netizen heboh yang nggak terima dan nggak setuju. ‘Kenapa harus Iqbaal yang jadi Dilannya, nggak cocok’ kritik netijen. Dek Maya pribadi termasuk dalam kubu netral apapun pilihan si Ayah yang minta Iqbaal meranin Dilan pasti itu yang terbaik. Mau protes juga nggak bakal bisa ngubah keputusannya, meskipun Dek Maya prefer Jefri Nicole yang berperan jadi Dilan, si anak tengil dari Bandung yang jago berkata manis.

Setelah nonton Dilan 1990, wah Iqbaal ternyata mampu membawakan karakteristik Dilan dengan sempurna. Ekspresi wajahnya yang tengil tengil brengsek tapi ngangenin. Pelafalan dialog-dialog ikonik yang semanis dengan novelnya. Baal aku ngefans! Jago akting juga ya brondongku.

Penggambaran di novel benar-benar hidup untuk film Dilan 1990 karena Iqbaal dan Vanesha pas untuk meranin Dilan dan Milea. Iqbaal berhasil menggiring Dek Maya untuk memuji kinerja dan karakternya sebagai Dilan. Sugohaesseoyo Iqbaal! You did well!

2. Tingkah dan Gombalan Dilan yang Bikin Baper

Spoiler sedikit ya, kalau yang udah nonton atau baca novelnya pasti tau gimana perlakuan manis Dilan ke Milea yang bikin baper. Cara-cara unik yang dilakukan Dilan untuk membuktikan sayangnya dia ke Milea ini bikin banyak wanita lain yang meningkatkan standarnya. Ingin diPDKT-in dan punya pacar seperti Dilan woiy! Dek Maya ingin dimiliki Dilan *seketika alay remajanya kumat.

Dilan 1990: Dilan di Telepon Umum


Dilan di Telepon Umum (Sumber: Trailer Dilan 1990)

“Jangan rindu, itu berat, kamu nggak akan kuat, biar aku saja”

“Milea, jangan bilang ke aku ada yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu akan hilang”

“Asal kamunya tetap ada di bumi, udah cukup. Udah bikin aku senang”

“Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS, tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu, aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya”

Beberapa kalimat romantis yang diucapkan Dilan untuk Milea. Sederhana tapi menusuk hati!

3. Improvisasi Guru pada Film Dilan 1990 Mengocok Perut

Nggak pernah tau kalau ternyata guru-guru di sekolah Dilan ini kocak haha. Mulai dari guru yang nyuruh muridnya banyak makan ikan biar nggak lupa, hingga ekspresi guru pak Suripto yang takut melihat Dilan.

Dilan 1990: Pak Suripto


Pak Suripto (Sumber: Trailer Dilan 1990)

Sayangnya, guru junjungan Dilan yang bernama Ibu Rini belum dijelaskan ya di film. Seorang guru yang sangat dihormati dan bisa jinakin Dilan di sekolah.

4. Great Acting untuk Dilan, Milea, dan Teman-temannya

Dilan 1990: Teman-teman Milea


Teman-teman Milea (Sumber: Trailer Dilan 1990)

Teman-teman Milea dan Dilan yang memerankan Wati, Rani, Anhar, Piyan, Nandan juga bisa memainkan karakternya dengan baik. Padahal Dek Maya sebelumnya belum pernah melihat mereka bermain film.

A post shared by FILM.DILAN1990 25 JANUARI 2018 (@film.dilan1990) on

Adiknya Dilan, salah satu tokoh yang banyak digilai dan ditunggu karena merupakan personil JKT 48 juga berhasil membius penonton dengan tingkah konyolnya. Meskipun di film Dilan 1990 ini dia hanya muncul sedikit.

5. Dilan 1990 Kurang Mengeksplore Suasana Buah Batu Bandung

Salah satu ekspektasi yang bikin Dek Maya sedikit kecewa adalah penggambaran latar tempat yang belum banyak mengeksplore sisi jalan Buah Batu. Padahal Dek Maya berharap film Dilan 1990 ini bisa mengobati sedikitnya rasa rinduku pada Bandung dan Buah Batu.

Dilan 1990: Suasana Jalan Asia Afrika

Suasana Jalan Asia Afrika (Sumber: Trailer Dilan 1990)

‘Yah cuma Mie Bakso Akung aja nih yang diliatin di Film Dilan? Mie Kocok Mang Dadengnya mana? Terus pas Dilan dan Milea naik motor keliling jalan-jalan kurang puas lihat suasana Buah Batu’ gerutu Dek Maya.

Warna film, suasana, dan perabotan rumah juga kalau menurut Dek Maya kurang 1990. Suasana musem Konferensi Asia Afrika yang cukup kekinian. Meskipun Dek Maya 1990 mungkin masih direncanakan sama ibu dan bapak, tapi warna filmnya itu kurang berasa dan menunjukkan kalau itu ada di tahun 1990. Coba deh nonton drakor Reply 1988 nah di situ jelas digambarkan detail gimana suasana tahun segitu seakan-akan penonton terhanyut dan terbawa di tahun 1988. Tapi untuk pakaian atau busana di film Dilan 1990 ini okelah 90-an banget modelnya.

6. Visual Effect Dilan 1990 Kurang Greget

Terzonk pas adegan bundanya Dilan nganterin Milea pulang naik mobil Jeep. Di situ Milea dan Bundanya Dilan lagi ngobrol asyik, terus si bundanya Dilan mengendarai mobil. Tapi kok visualisasinya ya aneh yaa.

Terlihat mereka nggak bergerak, wah Green Screen nih, pake tekhnik Chroma Key nih (kata ahlinya, si tim IT support Dek Maya) mereka nggak beneran lagi di mobil. Dek Maya berasa nonton film Indosiar yang ada elang terbangnya, gambarnya kelihatan banget bohong.

7. Lihat Dilan 1990, Penonton Pria Lebih Baper dari Wanita

Shock tak terduga adalah ketika Dek Maya nonton film Dilan 1990 yang banyak teriak baper adalah cowok. ‘What the hell is this? Kenapa yang kebanyakan gemas lihat cara Dilan ngegombalin Milea malah yang cowok-cowok teriak kegirangan dan ketawanya paling keras?’

Dek Maya pikir ini bioskop bakalan isinya kebanyakan cewek, atau segelintir cowok yang terpaksa nemenin pacarnya untuk nonton film remaja beginian (seperti Dek Maya yang kudu maksa si mamas biar mau nonton Dilan). Tapi nyatanya segerombolan dan geng-geng pria-pria lebih banyak yang nonton film Dilan 1990. Karena Dek Maya udah baca novel dan tau jalan ceritanya, jadi ketertarikan Dek Maya saat penayangan Dilan 1990 adalah suara pria-pria di bioskop yang mendominasi layaknya nonton pertandingan sepak bola.

Dilan 1990: Panglima Tempur

Panglima Tempur (Sumber: Trailer Dilan 1990)

Terlepas dari segala macam penilaian itu semua, novel dan film Dilan 1990 ini cukup mengasyikan untuk menghabiskan waktu saat penat. Bagi yang sudah terlebih dahulu membaca novelnya, mungkin kalian akan berpikiran sama dengan Dek Maya kalau film Dilan 1990 sukses dan berhasil menghidupkan novelnya. Film romansa remaja yang mengagumkan dengan naskah yang kuat dan membuatmu merasa terhibur menikmatinya. So, Selamat menanti film Dilan 1991!!

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan