Waktu Punya Kisah

Terserah Anda Menilainya

Rambut boleh sama-sama hitam. beda kepala beda watak , beda selera beda cara berfikir.
perbedaan persepsi dan argumen ini yang menyebabkan banyak penilaian, syukur kalau yang dinilai positif nah tapi kalau yang dinilai negatif ?
sebagai makhluk sosial tentu tingkah , perilaku dan sifat kita tak akan pernah luput dari penilaian siapa saja yang melihatnya.
Bukankah hidup selalu saling melengkapi ? ada hitam ada putih, ada positif ada negatif, ada kamu ada aku haish, ada baik ada buruk.
Terserah anda menilainya.

sebagian besar seseorang menilai sesuatu berdasarkan pengalaman. sesuatu disini objeknya adalah manusia lainnya.

sebagai contoh orang tua yang memiliki buah hati sudah dewasa, biasanya menginjak usia 20thnan sudah mulai khawatir mengenai pendamping hidup anaknya kelak, mereka resah kemudian menanyakan pacar si anaknya mulai dari tempat tinggal , pekerjaan dan yang terpenting daerah asal. jikalau kesayangan buah hatinya ini berasal dari daerah yang menurut penilaian banyak orang tidak baik, orang tua akan selalu mengingatkan kepada anaknya untuk berhati hati dengan si dia karena berdasarkan pengalaman, mereka memiliki teman-teman yang berasal di daerah yang sama dengan pacar buah hatinya namun memiliki perilaku yang buruk (main perempuan, dan rela meninggalkan anak istrinya)
iyah itu namanya kesukuan, meskipun orang tua selalu bilang kalau orang ini banyak yg gg baik, blablablabla. walaupun kita sebagai anak memberikan sanggahan bahwa sesungguhnya tidak semua orang yang berasal dari daerah ini seperti itu, gak boleh stereotif menganggap semua orang sama berdasarkan penilaian tertentu. walaupun ada suatu pasal yang menyebutkan bahwa orangtua selalu benar, pada ahirnya di kasus seperti ini mereka akan luluh dan menyerahkan seutuhnya keputusan berdasarkan keinginan si anak yang sudah terlanjur cinta  ceunah.
kebanyakan orang tua yang sukunya jawa akan seperti itu. kebanyakan sih gak tau deh ini semua apa enggak.
Terserah Anda Menilainya
Sebagian lainnya, menilai karena kebiasaan yang dilakukan oleh si objek.
dari kegiatan – kegiatan atau kebiasaan yang sering dilakukan akan menarik sebuah kesimpulan unik tentang watak seseorang. hal ini terjadi karena kita terlalu dekat dengan seseorang. makanya kalau gak mau dinilai jelek sama orang jangan terlalu mengenal seseorang lebih dalam. kalau aku sih nilainya malah bagus dong kalau terlalu deket sama orang kita bisa tau kurangnya kita dimana. karena biasanya orang yang paling deket sama kita selalu ngomong apa adanya, ceplas ceplos, no filter. ini semua dilakukannya karena mereka sayang sama kita.
Terserah Anda Menilainya
Hal terakhir yang ingin anggi sampaikan disini bahwasanya waktu lalu mendapati cerita salah satu kolega yang sudah lama menjalin asmara (6thn) tibatiba pupus kandas dikarenakan pacarnya (cowok) selingkuh dengan wanita lain. si kolega bilangnya tidak tahu mengapa pacarnya berbuat keputusan seperti itu semua datang tiba-tiba.
Dilihat dari kasus diatas pastinya yang bejat adalah si cowok yang tega menduaa, padahal menurut kacamata anggi si kolega tidak pernah menuntut apapun kpd pacarnya. waaw ini kolega emg pacar yg baik, tapi kenapa si cowok tega melepaskannya demi wanita lain yang baru dia kenalnya ?
mungkin si cowok sudah lelah, dia menemukan sesosok wanita lain yang lebih menarik dari pacarnya, lamanya waktu tidak akan pernah bisa menjamin akan selalu awet. manusia memang memiliki suatu titik jenuh dimana mereka akan sama-sama bosan dalam hubungan yang dijalaninya.
tapi kalau kata om Johnny Deep : ” IF YOU LOVE TWO PEOPLE AT THE SAME TIME, CHOOSE THE SECOND. BECAUSE IF YOU REALLY LOVED THE FIRST ONE, YOU WOULDN’T HAVE FALLEN FOR THE SECOND”
dan yap si cowok lebih memilih yang kedua, dan berpisah dengan yang pertama.
gimana dengan si cewek kedua ?
bagaimana penilaianmu tentangnya ?
kalau anggi jadi dia , tentu anggi akan berfikir berkalikali lipat, kok mau sama orang yang udh punya pacar? kalau di cap perebut pacar orang gimana ?
jangan ditiru katakatanya cak lontong yang menegaskan bahwa pacar orang adalah pacar kita juga, karena kita adalah orang. itu tidak baik caaah !
pertimbangan lain yaitu kalau sama pacar pertamanya aja dia rela meninggalkan demi wanita lain, apa itu bisa menjamin tidak akan terjadi padanya kelak ? bisa jadi si cowok akan melakukan hal yang sama kepadanya apabila si cowok telah menemukan wanita lain- lain nya yang lebih menarik dari cewek kedua.
oh tidak bisa seperti itu juga , hal lain yang bisa menjadi pertimbangan si cewek kedua yaitu , dia berfikir bahwasanya pasti si cowok ini sayang bgt sama dia, karena buktinya dia rela meninggalkan pacar lamanya hanya untuk dia seorang gimana ?
yah lagi lagi Terserah Anda Menilainya

You Might Also Like

No Comments

    Leave a Reply

    %d blogger menyukai ini: