Travelling

Surga Bahari Batu Lapis dan Pulau Mengkudu

Lampung mempesona karena keindahan pantai yang terdapat di Pesisir Selatan dan Pesisir Barat. Tak heran jika wisatawan domestik yang berasal dari luar daerah, banyak yang sengaja berlibur ke Lampung untuk melihat pantai. Beberapa pantai yang terkenal dikalangan wisatawan yakni Kiluan dan Pahawang. Yuk coba mengenal Lampung lebih dalam lagi, Lampung gak melulu tentang Kiluan dan Pahawang aja kok. Masih banyak pantai-pantai lain yang akan membuat matamu terpukau. Nah kali ini ada pantai yang belum lama menjadi salah satu destinasi wisata, namanya Batu Lapis.  Sebenarnya Batu Lapis yang terletak di Kalianda, Lampung Selatan ini sempat viral di dunia maya pada Agustus 2015, dan kala itu masih mendapatkan istilah surga tersembunyinya Lampung. Seiring berjalannya waktu, dan semakin banyak pengunjung yang datang, batu lapis bisa semakin tereksplore. Kekuatan media sosial emang maha dahsyat, mampu mendorong gue untuk ingin berkunjung ke Batu Lapis. Yap maret 2016 lalu akhirnya bisa menapaki kaki di Batu Lapis Lampung.

img_20160327_144850_hdr

img_20160327_155208_hdr

Rute untuk menuju Batu Lapis ini sebenarnya bisa ditempuh melalui jalur darat dan jalur laut. Karena jalur darat harus melewati bukit-bukit dengan medan yang berliku-liku, dan sempat searching di google kalau jalur darat ini kurang disarankan, maka gue pilih jalur laut. Perjalanan dari Bandar Lampung menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan waktu 1,5 jam dengan kecepatan rata-rata 60km/jam. Melewati Dermaga Canti, Pantai Wartawan dan tiba di Desa Kunjir, di beberapa titik kanan jalan terdapat tulisan yang menawarkan penyebrangan ke Batu Lapis. Gue berhenti dan disitu sudah ada beberapa orang yang menawarkan perahu menuju Batu Lapis. Biaya sewa perahu perorang yakni 25 ribu, dan ternyata kita tidak hanya diantarkan menuju Batu Lapis tetapi juga sekalian ke Pulau Mengkudu. Dari perahu menuju Batu Lapis membutuhkan waktu sekitar 20 menit, tips untuk kalian yang ingin ke batu lapis menggunakan jalur laut untuk mencari perahu yang memiliki pelampung, karena dari yang gue lihat kemarin, enggak semua penyewaan perahu menyediakan pelampung. Inget safety first ya, karena emang gue gak bisa berenang jadi meminimalisir bahaya.

img_20160327_150125_hdr

Akhirnya gue bisa berada di Batu Lapis yang kala itu masih kekinian banget. Berasa hitz kan gue wkwk. So apa yang kamu rasakan tentang Batu Lapis? Hmm Subhanaallah ya maha suci Allah telah menciptakan mahakarya yang menakjubkan ini, iya gue takjub atas pemandangan yang gue lihat kala itu, batu-batuan yang berundak-undak terbentuk alami karena abrasi ombak pantai dan memanjakan mata atas kecantikannya. Mungkin dinamakan Batu Lapis karena keadaan batu yang berlapis-lapis menjulang keatas bukit. Bagi anak kekinian, Batu Lapis memang sangat bagus menjadi spot foto, jadi gak heran kalau batu lapis ini viral di media sosial. Oiya di Batu lapis ini, kita dikenakan biaya lagi sebesar 5 ribu rupiah, katanya biaya tersebut digunakan untuk biaya kebersihan. Apa aja sih yang bisa kamu lakukan di batu lapis? Selain untuk foto-foto, gue bisa menyejukkan otak, batin berasa damai melihat pemandangan sekitar, hamparan laut biru yang terhampar luas, semilir angin, kawanan capung yang berterbangan, ah nikmadnya.

img_20160327_150113_hdr

Setelah bosan di Batu Lapis, gue naik perahu lagi menuju Pulau Mengkudu yang jaraknya tak jauh dari batu lapis, sesampainya di Pulau Mengkudu gue lebih takjub lagi wow, kalau menurut gue pribadi ya, Pulau Mengkudu lebih mengasyikkan dari  Batu Lapis, karena banyak hal yang bisa kita lakukan di Pulau Mengkudu. Gue berasa di tengah tengah lautan, keberadaan Pulau Mengkudu ini membelah sisi lautan sebelah kiri dan sisi lautan sebelah kanan. Ahh aku senaaaaaaang sekali rasanya bisa ke Pulau Mengkudu, karena kesana bukan waktu liburan, jadi berasa pulau milik sendiri. Di Pulau Mengkudu ini, gue dimanjakan atas penampakan laut yang berwarna hijau kebiru-biruan alias toska. Lautnya jernih, pasirnya putih halus. Bisa berenang kepek kepek juga. Nih tips lagi untuk kalian kalau ingin ke pantai atau ke laut, pastikan untuk membawa baju ganti, gue kemarin menyesal tidak membawa baju jadi tak bisa berenang.

pano_20160327_160503

img_20160327_160535_hdr

Sempat berbincang dengan mas-mas yang jaga di Pulau Mengkudu, beliau cerita tahun baru kemarin (read 2016) banyak orang jakarta yang berkemah disini. Jadi mereka merayakan tahun baru di Pulau Mengkudu. Selain itu karena gue anaknya gak mau melewatkan moment banget dan harus ada sesuatu lain yang bisa dikenang, gue bawa botol untuk mengabadikan pasir dan aneka bebatuan atau cangkang hewan yang ada di sekitar Pulau Mengkudu. Gue yakin selain foto, pasir dan bebatuan yang gue bawa ini bisa mengingatkan gue kembali kepada Pulau Mengkudu dan Batu Lapis, pada kecantikan dan kejernihan air lautnya, pada suasana yang membawa gue dalam kenyamanan dan kedamaian.

img_20170101_124932_hdr

You Might Also Like

No Comments

    Tinggalkan Balasan